KULON PROGO – Saka Wanabakti Kulon Progo berbagi imu pelestarian alam dan lingkungan di Kemah Besar Stembayo 2025 yang digelar di Bumi Perkemahan Memorial Camp, Sentolo, Kulon Progo, Kamis, 8 Mei 2025.
Tiga anggota Saka Wanabakti, Kak Chalysta Dewi, Kak Aulia Nuryaningsih, dan Kak Amir Faizal membagikan ilmu dan pengalaman mereka kepada anggota Pramuka dari SMK Negeri 2 Depok peserta kemah.
Kegiatan ini juga dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran serta generasi muda dalam pelestarian alam. Leading sector Saka Wanabakti, Kak Niken Dwinda Arnelita, nampak turut mendampingi.
Penjelasan umum terkait Saka Wanabakti, yang berperan dalam pelestarian hutan dan lingkungan hidup yang disampaikan oleh Kak Niken Dwinda Arnelita.
Kak Niken menjelaskan bahwa Saka Wanabakti terselenggara berdasarkan keputusan bersama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pada tahun 1983.
Pengetahuan praktis, seperti cara menanam dan merawat tanaman juga disampaikan dalam kesempatan itu. Kak Chalysta, salah satu pemateri, menjelaskan manfaat tanaman dalam kehidupan sehari-hari, seperti peran pentingnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menghasilkan oksigen, serta menyerap karbon dioksida yang dapat membantu mengurangi pemanasan global.
Sementara itu, Kak Aulia mengajak peserta untuk memahami teknik dasar dalam menanam, mulai dari pemilihan tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan, hingga cara merawat tanaman dengan cara yang ramah lingkungan.
Salah satu tips menarik yang dibagikan adalah penggunaan air cucian beras sebagai penyiram alami yang mengandung nutrisi baik untuk tanaman. Kak Aulia juga memperkenalkan berbagai jenis tanaman lokal yang cocok untuk penghijauan di sekolah dan lingkungan sekitar, seperti Trembesi, Ketapang, dan Tabebuya, yang tidak hanya memberikan manfaat ekologis tetapi juga memperindah lingkungan.
Kemudian Kak Amir mengajak anggota Pramuka SMK Negeri 2 Depok untuk memahami peran penting generasi muda dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Para peserta untuk turut serta dalam aksi nyata, seperti menanam dan merawat tanaman, mengurangi penggunaan plastik, serta mengelola sampah dengan cara memilah sampah organik dan anorganik.
Setelah penyampaian materi dari Kak Amir, dilakukan penyerahan bibit tanaman kepada pihak Bumi Perkemahan secara simbolis yang diwakili oleh Kak Budi.
Penyampaian materi diakhiri dengan kuis dan sesi tanya jawab yang semakin memeriahkan suasana. Peserta yang berhasil menjawab dengan benar diberi hadiah menarik, termasuk tumbler ramah lingkungan dan stiker Saka Wanabakti Kulon Progo.
Melalui kegiatan ini, Saka Wanabakti Kulon Progo dapat mengajak anggota pramuka untuk lebih peduli terhadap pelestarian hutan dan lingkungan, sekaligus membagikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kemah Besar Stembayo Tahun 2025 menjadi bukti nyata peran aktif Saka Wanabakti dalam mendukung gerakan pelestarian alam di kalangan generasi muda.
___
Dipublikasikan juga di laman resmi Kwarcab Kulon Progo : baca di sini



























