YOGYAKARTA — Dua bulan, atau tepatnya 62 hari lagi Perkemahan Wirakarya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2025 akan dilaksanakan di Kampung Pramuka Sokorojo, Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo, yaitu pada tanggal 4 hingga 7 Juli 2025.
Tentunya kita harus menyambut baik dan bisa berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang merupakan gagasan dari Kak Sultan Hamengku Buwono IX ini.
Kegiatan ini mengusung tema Penegak dan Pandega DIY Bersama Berkarya, Berdampak Nyata, Membangun Yogyakarta dengan slogan Gumregah, akronim dari Guyub, Makarya, Greget, Sumringah.
Sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak), konsep umum Perkemahan Wirakarya DIY 2025 terdiri dari 5 Jenis Kegiatan yaitu, Giat Umum, Giat Khusus, Giat Community Development, Giat Community Service, dan Giat Rekreasi.
Peserta kegiatan ini terdiri dari unsur Pramuka Penegak/Pandega terpilih yang merupakan kontingen Kwartir Cabang dengan didampingi oleh pembina, serta diantarkan oleh pimpinan kontingen dari unsur Dewan Kerja Cabang. Syarat dan ketentuan juga sudah tertera dalam Juklak.
Setidaknya maksimal masing-masing Kwartir Cabang bisa mengirimkan 3 umpi putra dan 3 umpi putri dengan masing-masing umpi terdiri atas 6 sampai dengan 8 orang atau maksimal 48 peserta. Dalam 1 umpi diutamakan terdapat 2 orang Pramuka Penegak dan/atau Pramuka Pandega Garuda.
Selain dari unsur pramuka, Perkemahan Wirakarya ini juga akan melibatkan keikutsertaan dari para pemuda serta masyarakat di Kampung Pramuka Sokorojo, khususnya dalam kegiatan Community Development.
Sudah Siap Gumregah?
Wakil Ketua Dewan Kerja Daerah Kak Ahmad Mahardi Ismail (Ade) dalam sarasehan Hari Bapak Pramuka Indonesia ke-113 tahun 2025 menegaskan bahwa Perkemahan Wirakarya DIY 2025 merupakan bentuk aksi nyata dan kepedulian Pramuka di masyarakat.
Kak Ade menyebutkan bahwa kegiatan ini nantinya tidak melulu kegiatan fisik dalam bakti masyarakat, sehingga pergeseran nilai Community Service menjadi Community Development ini menjadi satu poin penting dari Perkemahan Wirakarya.
Ia menambahkan bahwa tidak ada perubahan inisiasi dari Kak Sultan HB IX, namun pelaksanaan Perkemahan Wirakarya nantinya akan disesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Harapannya pramuka bisa hadir di masyarakat mengupayakan digitalisasi di sana,” tegas Kak Ade.
Perkemahan Wirakarya yang akan dilaksanakan di Kampung Pramuka Sokorojo ini diharapkan bisa mendukung digitalisasi secara berkelanjutan dari pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan dan membantu marketing di wilayah tersebut.
Sesuai dengan alur yang disebutkan dalam Juklak, pendaftaran peserta secara online dilaksanakan pada tanggal 2 sampai dengan 23 Mei 2025. Calon peserta dikelola oleh Pimpinan Kontingen Cabang memasukkan data-data pendukung yang telah ditentukan. (cst)


























