YOGYAKARTA — Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menggelar silaturahmi dan syawalan 1443 H di Gedung Joglo, Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari, Sleman, Yogyakarta, Kamis (26/05/2021).
Kegiatan yang mengusung tema Memperkokoh Silaturahmi untuk Kekompakan Pramuka Istimewa tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Kwarda DIY, andalan daerah, perwakilan Majelis Pembimbing Daerah, Badan Kelengkapan, Organisasi Pendukung, Satuan Pendidikan, dan Ketua Kwartir Cabang atau yang mewakilinya.
Diawali dengan pembacaan ayat suci alquran oleh petugas dilanjutkan dengan penyampaian laporan dari Ketua Panitia, Kak Drs. Rusdiyanto dan sambutan pembukaan oleh Ketua Kwarda DIY dalam hal ini diwakili oleh Kak Drs. Edy Heri Suasana, M.Pd. Wakil Ketua Bidang Organisasi, Manajemen, dan Hukum.
Ikrar Syawalan secara bersama-sama dipimpin oleh Wakil Ketua Kwarda DIY Bidang Pembinaan Anggota Dewasa Kak Suraji Widarta, S.Pd. dilanjutkan dengan uraian hikmah syawalan yang disampaikan oleh Dr. dr. Probosuseno, SpPD, K-Ger, FINASIM, S.E.
Ada hal menarik yang disampaikan oleh Kak Probosuseno dalam kesempatan tersebut. Selain mengupas arti Syawal secara detil, Kak Probosuseno juga memberikan Tips Sukses Hidup PRAMUKA yang memang ia siapkan secara khusus dalam agenda Silaturahmi dan Syawalan di Kwarda DIY ini.

Tips Hidup PRAMUKA, diberikan penjelasan huruf demi huruf oleh Kak Probosuseno. P, yaitu Prospektif Oriented, Plan, dan Pakar. Pramuka menurut Kak Probosuseno harus punya jiwa yang berorientasi prospektif, punya rencana yang baik, serta pakar dalam bidangnya.
Huruf R, yaitu Riang. Seorang pramuka menurut Kak Probosuseno harus selalu riang gembira, di sini senang, di sana senang, untuk memberikan semangat pada diri sendiri dan orang di sekitar. R juga disebutkan Reformasi Diri. Pramuka, harus bisa melakukan perubahan untuk perbaikan.
Berlanjut dengan hurut A, diartikan bahwasanya Pramuka itu mempunyai agama dan patuh dalam menjalankannya. Sesuai dengan Dasa Darma Pramuka yang pertama yaitu Takwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Huruf A juga disebutkan sebagai Aturan taat, sehingga seorang pramuka itu mampu membiasakan diri untuk taat aturan.
Kemudian huruf M diartikan sebagai Manfaat. Kata ini mencerminkan luasnya kiprah seorang pramuka yang peduli terhadap diri, bangsa, tanah air, sesama hidup, dan alam seisinya. Disambung dengan huruf U, yaitu Umur, yang rata-rata pramuka itu punya usia yang produktif serta berdaya guna.

Huruf selanjutnya yaitu K. Pramuka terbiasa dengan kerja cerdas, kerja jelas, kerja tuntas, kerja berkualitas, dan kerja ikhlas. Selain itu, K juga diartikan sebagai Kode Kehormatan sebagai cerminan akhlaq dari seorang pramuka. K yang lain menurut Kak Probosuseno adalah pramuka selalu punya banyak kawan.
“Satu musuh terlalu banyak, seribu kawan masih kurang,” tegas Kak Probosuseno.
Huruf A terakhir dalam kata PRAMUKA diberikan definisi Act Now, yang berarti Pramuka itu tidak menunda-nunda untuk berbuat baik, berkarya produktif, maupun menunda pekerjaan serta tugas-tugas yang diemban.

Silaturahmi dan Syawalan diakhiri dengan saling bersalam-salaman satu sama lain dilanjutkan dengan ramah tamah makan bersama. (cst)



























