GUNUNGKIDUL — Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penerapan Modul Adaptasi Perubahan Iklim (API) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta mengunjungi Gugus Depan pangkalan SMP Negeri 2 Playen, Gunungkidul, Rabu, 10 Desember 2025.
Kak Wiwik Sustiwi Riani, S.Pd., M.Pd., Kepala sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (KaMabigus) bersama Kak Nindya Herawati, Pembina Pramuka, menyambut kehadiran Tim Monev Kwarda DIY di ruang tamu sekolah.
Kak Wiwik menyambut baik adanya program penerapan Modul API ini dan bersyukur dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Sementara Kak Nindya Herawati menjelaskan bahwa program yang telah dijalankan dalam upaya penerapan Modul API pasca Bimbingan Teknis pada bulan Mei 2025 lalu hingga akhirnya dilakukan kunjungan monev ini.
Tim Monev yang dikoordinir oleh Kak Dijah Inprijati, Andalan Daerah Urusan Lingkungan Hidup menyampaikan harapannya agar penerapan Modul API ini dapat diintegrasikan juga dengan program Gugus Depan Ramah Lingkungan dan bisa terus disebarluaskan serta menjadi program berkelanjutan.
Di lain tempat, Tim Monev Kwarda DIY disambut oleh para Pramuka Penggalang yang telah mengikuti program penerapan Modul API di pangkalannya tersebut.
Tim Monev yang terdiri dari Kak Dijah Inprijati, Kak Sugeng Wachyono (andalan daerah urusab lingkungan hidup) dan Kak Ika Prasetyo Dwiantoro melakukan dialog dengan para Pramuka Penggalang. Tim menanyakan tentang hal-hal yang telah mereka pelajari dan praktik selama ini.
Perwakilan Pramuka sangat antusias dan lancar menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh tim Monev.
Diketahui bahwa Kak Ema, panggilan akrab Kak Nindya Herawati bersama Kak Wasiran (Pembina Pramuka Putra) memilih tema Sumber Daya Air serta Ekosistem dan Lingkungan dalam penerapan Modul API di pangkalannya tersebut.
Dalam praktiknya para Pramuka diperkenalkan dan diajak ke Sendang Moleh yang merupakan kawasan mata air yang berada di Kalurahan Gading, Kapanewon Playen Gunungkidul.
Tujuan agar para Pramuka ini dapat mengetahui bahwa ada kawasan mata air di wilayahnya yang perlu dijaga dan dilestarikan ekosistemnya.
Di akhir kunjungan, Kak Dijah menanyakan kesediaan mereka untuk menjadi Pelestari Lingkungan Hidup dan dengan serentak mereka menjawab, “Siap, bersedia.”



























