YOGYAKARTA — Awal tahun 2022 yang penuh dengan semangat ini menjadi permulaan yang baik bagi pramuka di Yogyakarta khususnya untuk mempersiapkan diri mengikuti berbagai kegiatan sampai ke tingkat Internasional.
Seperti halnya Siaran Kawruh RRI Pro 4 Yogyakarta Edisi Januari 2022 yang menghadirkan narasumber Kak Aji Rachmat Purwanto, S.T., Andalan Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY).
Dipandu Kak Jordan sebagai penyiar RRI Pro 4 Yogyakarta, Kak Aji berbagi informasi terkait dengan persiapan menuju Jambore Dunia ke-25 (25th World Scout Jamboree) yang akan diselenggarakan di Korea pada 2023 mendatang.
Kak Aji yang nantinya didapuk sebagai Pembina Pendamping Kontingen Jambore Dunia ke-25 dari Yogyakarta tersebut memaparkan beberapa informasi terkini utamanya terkait dengan pendaftaran, kepesertaan, administrasi, serta tentunya pembayaran.
Andalan Daerah Urusan Percepatan Pramuka Garuda dan Pramuka Istimewa Kwarda DIY tersebut juga menjelaskan bahwa untuk pembayaran biaya mengikuti Jambore Dunia ke-25 itu bisa dicicil hingga akhir tahun 2022 nanti. Di bulan Januari ini, diwajibkan sudah bisa membayar deposit sebesar 87 US Dolar ke rekening Kwartir Nasional.
“Tahapan pertama 87 dolar, sekitar 1,2 jutaan secepat mungkin di bulan Januari bisa masuk rekening Kwarnas, sisanya bisa bulan berikutnya sampai akhir tahun 2022,” ujar Kak Aji.
Disampaikan Kak Aji terkait dengan data partisipan dari Indonesia untuk Jambore Dunia ke-25 update pekan kemarin ada sebanyak 800 orang yang terdiri dari peserta, pembina pendamping, dan International Service Team (IST).
“DIY sekitar 14an orang, provinsi lain (Kwarda lain) sampai saat ini ada yang masih belum mengirimkan data. Hingga bulan Maret masih ditunggu update terakhirnya. Sehingga masih ada waktu,” jelas Kak Aji yang mengaku termotivasi ikut pramuka karena brotherhood-nya.
Melalui Siaran Kawruh di RRI Pro 4 Yogyakarta tersebut, Kak Aji juga menjelaskan bahwa untuk perizinan di pihak sekolah, karena usia peserta adalah SMP atau SMA, Kwartir Daerah akan memberikan Surat Rekomendasi perihal kegiatan internasional yang akan diikuti, sehingga sekolah dapat mengizinkan.
Menjawab pertanyaan dari pendengar radio terkait apakah kegiatan ini bisa diikuti oleh umum atau tidak, Kak Aji menyampaikan bahwa ketentuan tersebut belum dijelaskan secara rinci oleh panitia nasional di Korea, namun biasanya menjelang tahun 2023 nanti kemungkinan akan ada informasi detilnya.
Termasuk juga visitor jambore dunia, Kak Aji menginformasikan bahwa persyaratan secara khusus belum keluar, namun visitor biasanya tidak ikut selama 12 hari penyelenggaraan jambore. Terkait biaya dan lain-lain baru ditentukan oleh komite/panitia Korea pada pertengahan tahun 2023 ini.
“Visitor masuk ke area cuma 2 hari, biaya dan lain-lain baru ditentukan komite Korea pada pertengahan 2022. Visitor lebih simple, yang penting bisa bayar,” papar Kak Aji yang sudah ikut pramuka sejak kelas 3 SD dan pernah juga menjadi pengurus tingkat nasional.
Di penghujung Siaran Kawruh, Kak Aji menegaskan bahwa terkait dengan Jambore, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kepramukaan tidak hanya tepuk dan nyanyi. Pramuka sebenarnya ada di perkemahan, Baden Powell mendirikan scout dalam bentuk perkemahan.
“Ini adalah upaya kita membangkitkan kembali semangat Scouting, ikut kegiatan pramuka bisa sampai ke internasional, bukan hanya di gudep, daerah, ataupun nasional,” tegas Kak Aji.
Lebih lanjut pihaknya juga berpesan kepada anggota Pramuka DIY khususnya agar jangan minder ataupun putus asa melihat dana yang harus disiapkan untuk mengikuti kegiatan internasional. Menurutnya, terkait hal tersebut pasti akan ada jalan dan silakan untuk dapat berkomunikasi dengan Kwartir Daerah. (*/cst)



























