SLEMAN — Saka Pariwisata Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sleman mengadakan workshop dengan materi pengenalan pakaian adat gaya Yogyakarta atau mataraman bertempat di Ruang Rapat 1.1. dan 1.2 Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Minggu (23/06/2019).
Sedikitnya ada 60 peserta yang turut berpartisipasi dalam worksho, terdiri dari anggota Saka Pariwisata Kwarcab Sleman dan calon peserta Kemah Budaya Pramuka se-Jawa (KBPJ) Tahun 2019.
Materi dalam workshop kali ini meliputi pengenalan sejarah, nama-nama dan filosofi bagian pakaian adat, dan cara penggunaan pakaian adat gaya Yogyakarta yang disampaikan oleh Kak Faizal Noor Singgih, S.TP. , Kak Andhi Wisnu Wicaksono, dan Kak Hendri Inten Mawarti sejak pukul 08.00 – 13.00 WIB.
“Banyak kegiatan Saka Pariwisata yang dapat kakak-kakak ikuti, baik di dalam kelas berupa teori, maupun praktik di lapangan. Salah satunya adalah workshop pakaian adat hari ini,” ujar Kak Susanto, S.E., pimpinan Saka Pariwisata Cabang Sleman Bidang Diklat.
Selain menambah ilmu pengetahuan terkait teknik penggunaan pakaian yang benar, Kak Susanto juga menjelaskan bahwa kita terbekali dengan sejarah dan filosofi yang terkandung di dalamnya.
“Hal ini penting bagi Saka Pariwisata dan kakak-kakak calon peserta KBPJ yang akan bertemu dengan wisatawan dan kakak-kakak pramuka se- pulau Jawa,” imbuhnya.
Sementara itu menurut kak Faizal Noor Singgih, salah satu pemateri, pakaian adat gaya Yogyakarta merupakan warisan kerajaan Mataram Islam yang mencirikan sifat klasik dengan model agung merbawani. Penggunannya penuh dengan makna yang harus diamalkan pemakainya.
“Tentunya akan lebih mengamalkan tri satya dan dasa darma, jika mampu mengamalkan filosofi yang terdapat di pakaian ini,” ungkapnya.
Pewarta : Dias Oktri Raka Setiadi
Saka Pariwisata Cabang Sleman



























