KOTA YOGYAKARTA — Bertempat di Ruang Anggrek, Rosalia Indah Hotel, Jl. Veteran No. 180A, Yogyakarta, digelar Rapat Koordinasi Pengurus Saka Bakti Husada Kota Yogyakarta, Selasa, 7 Oktober 2025.
Rapat yang merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Saka tahun 2025 dihadiri oleh pimpinan saka, pamong saka, instruktur saka, serta menghadirkan unsur Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Yogyakarta.
Rapat diawali dengan arahan dari Ketua Kwarcab Kota Yogyakarta Kak Heroe Poerwadi yang hadir bersama dengan Kak Suraji Widarta selaku Sekretaris Kwarcab Kota Yogyakarta.
Kak Heroe menegaskan bahwa pendanaan kegiatan bisa secara mandiri dan sharing bersama pamong, instruktur, yang ranting tidak punya gugus depan penegak.
“Pangkas birokrasi penerimaan anggota baru agar lebih fleksibel,” ujar Kak Heroe.
Pihaknya juga mengingatkan bahwa keterampilan wajib bagi anggota Saka Bakti Husada harus dipertajam, misalnya dalam P3K, kemudian untuk tambahan atau pilihannya bisa seperti promkes, obat-obatan, dan lain-lain.
Kak Suraji yang turut hadir juga menyampaikan pesan agar pengurus Saka Bakti Husada dapat melakukan identifikasi SMA/MA/SMK dan sederajat yang aktif dalam kegiatan kepramukaan untuk dijadikan target calon-calon anggota di tingkat ranting.
Kemudian rapat secara khusus dipimpin oleh Pimpinan Saka Bakti Husada Kota Yogyakarta Kak Arumi Wulansari dengan pokok bahasan adalah restrukturisasi kepengurusan di mulai dr tingkat ranting/pangkalan Saka Bakti Husada di tiap puskesmas.
Pihaknya menyebutkan bahwa perlu adanya penambahan Pamong dan juga Instruktur Saka, sehingga bisa optimal di 18 Saka tingkat ranting.
Diketahui bahwa Saka merupakan satuan organisasi bagi peserta didik untuk pembinaan, peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang tertentu serta melakukan kegiatan nyata sebagai pengabdian kepada masyarakat.
Saka Bakti Husada atau disingkat SBH merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang kesehatan yang dapat diterapkan pada diri, keluarga, lingkungan dan mengembangkan lapangan pekerjaan di bidang kewirausahaan.
SBH diresmikan pada tanggal 17 Juli 1985, dengan dilantiknya Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang kemudian dicanangkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 12 November 1985 sebagai Hari Kesehatan Nasional di Magelang.
Saka ini bertujuan untuk memberikan wadah pendidikan dan pembinaan bagi para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, kemampuan dan pengalaman dalam bidang pengetahuan dan teknologi serta keterampilan bidang kesehatan.
Dengan tujuan itu, diharapkan apa yang dipelajari dari Saka Bakti Husada dapat menjadi bekal bagi kehidupan dan penghidupannya untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa dan negara.


























