YOGYAKARTA — Dalam rangkaian agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2025, Ketua Majelis Pembimbing Daerah Harian, dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY menjadi narasumber di Sidang Pleno I, Sabtu, 1 Februari 2025.
Kamabidar, Kak Suhirman menyampaikan penegasan terkait dengan Penguatan Kegiatan Kepramukaan di Satuan Pendidikan berdasarkan Surat Kepala Dinas tertanggal 2 Juli 2024.
Surat tersebut menekankan bahwa pramuka masih terus menjadi ekstra kurikuler wajib di satuan pendidikan sebagai pembentukan kepribadian generasi muda sehingga memiliki pengendalian diri dan kecakapan hidup untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.
“Serta bentuk penghormatan terhadap Gubernur DIY yang pertama sri sultan HB lX sebagai Bapak Pramuka Indonesia,” ujar Kak Suhirman.
Lebih lanjut, Kak Suhirman menegaskan bahwa kepramukaan menjadi kegiatan ekstra kurikuler wajib bagi peserta didik SMA/SMK klas X, dan menjadi kegiatan ekstra kurikuler pilihan untuk peserta didik klas Xl dan XII.
Kak Suhirman menyebutkan bahwa perlu Sumber Daya Manusia untuk mengelola kegiatan kepramukaan di satuan pendidikan berkoordinasi dengan Kwartir Cabang setempat. Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap keberadaan Gugusdepan di satuan pendidikan yang menjadi kewenangannya.
Disampaikan pula saat ini masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan di satuan pendidikan, seperti beberapa guru jika diminta menjadi Pembina belum bersedia, karena belum memiliki sertifikat kursus mahir. Sehingga banyak mengambil dari luar.
Perlu juga menjadi perhatian bahwa masih ada siswa yang merasa unsur perpeloncoan karena gap senior dan yunior di kegiatan kepramukaan, sehingga harus ada pembenahan. Juga ada pula yang tidak diijinkan orang tua jika kegiatan sampai malam, berpotensi bahaya, atau lainnya.
Selain itu, kendala lainnya adalah beberapa siswa kurang tertarik pada kegiatan kepramukaan, karena membimbingnya masih konvensional, perlu inovasi dan peningkatan penggunaan teknologi informasi. Juga masih banyak siswa yang belum siap sat kemah seperti memasak atau kurang mandiri. (cst)



























