YOGYAKARTA (28/3) – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 yang diawali dengan kegiatan Syawalan dan silaturahmi antar jajaran Pramuka se-DIY. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kaca, Kompleks Bumi Perkemahan “Taman Tunas Wiguna” Babarsari, Depok, Sleman, Sabtu (28/3).

Rakerda tahun ini menjadi momen penting karena merupakan Rakerda pertama dalam masa bakti kepengurusan periode 2025–2030. Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur DIY sekaligus Ka Mabida Kwarda DIY Kak Sri Sultan Hamengkubuwono X, unsur Majelis Pembimbing Daerah, pimpinan Kwarda, Andalan, perwakilan Kwartir Cabang se-DIY, serta pimpinan Satuan Karya dan Satuan Komunitas. dengan total peserta undangan mencapai sekitar 125 orang .
Sebelum memasuki agenda Rakerda, kegiatan diawali dengan Syawalan yang menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antar anggota Gerakan Pramuka di wilayah DIY. Suasana kebersamaan ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun sinergi organisasi ke depan.
Rakerda 2026 mengusung tema “Pramuka Unggul, Mandiri, dan Inovatif melalui Tata Kelola Lembaga dan Aset” dengan motto “Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan” . Tema ini merupakan komitmen Kwarda DIY dalam memperkuat tata kelola organisasi sekaligus mendorong kemandirian dan inovasi di seluruh lini gerakan.
Secara substansi, Rakerda membahas beberapa agenda utama, antara lain pemaparan laporan program kerja tahun 2025, penyampaian program kerja tahun 2026, serta rencana program kerja tahun 2027. Selain itu, juga disampaikan hasil kegiatan nasional seperti Rakernas dan Sidang Paripurna Nasional tahun 2026 .
Pelaksanaan program kerja tahun 2025 sendiri merupakan bagian dari tahap akhir Rencana Strategis 2020–2025 yang berfokus pada penguatan pembinaan anggota, pengembangan organisasi, hingga peningkatan peran Pramuka dalam pengabdian masyarakat. Program-program tersebut dilaksanakan secara terpadu oleh seluruh bidang dengan mengedepankan prinsip sinergi, efektivitas, dan akuntabilitas .
Melalui Rakerda 2026, Kwarda DIY juga mulai mengimplementasikan Rencana Strategis 2025–2030. Forum ini menjadi sarana untuk merumuskan prioritas program, strategi pelaksanaan, serta mekanisme evaluasi yang lebih terukur dan berkelanjutan. Hal ini penting untuk memastikan seluruh program berjalan selaras dengan arah kebijakan nasional dan kebutuhan lokal di DIY .
Rangkaian kegiatan Rakerda meliputi sidang pleno, sidang komisi, hingga pleno penutup. Sidang komisi dibagi menjadi tiga fokus utama, yakni komisi khusus pimpinan kwartir, komisi penguatan keanggotaan, serta komisi penguatan kelembagaan. Hasil dari masing-masing komisi kemudian dirumuskan sebagai rekomendasi strategis untuk pelaksanaan program kerja ke depan .
Diharapkan melalui Rakerda ini, seluruh jajaran Gerakan Pramuka DIY dapat bersinergi dalam menjalankan program kerja serta mampu memberikan kontribusi dalam pembentukan generasi muda yang berkarakter, mandiri, berdaya saing, dan berbudaya. Selain itu, sinergi antar kwartir dan pemangku kepentingan juga diharapkan semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional menuju Indonesia Emas 2045.(LA)



























