KULON PROGO — Salah satu karya yang bisa digunakan untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pengarang untuk anggota muda Gerakan Pramuka adalah puisi.
Selain itu, karya lainnya seperti menulis pantun atau soneta, sajak, prosa lirik, dan juga membuat artikel untuk sebuah buku juga bisa digunakan untuk mencapai TKK tersebut.
Bukan hanya para anggota muda dari Siaga, Penggalang, dan Penegak, namun juga para pembina bisa menjadi contoh untuk menggalakkan salah satu literasi ini.
Dalam Workshop Menulis Puisi yang digelar oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kulon Progo pada Rabu, 21 Mei 2025, Kak Lukas Sumanasa, Andalan Daerah Urusan Perencanaan Program Organisasi Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menjadi salah satu nasumbernya.
Ia menyampaikan materi tentang Literasi Pramuka, khususnya yang berkaitan erat dengan penulisan puisi, sajak, pantun atau soneta, dan juga karya lainnya.
TKK Pengarang yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 132 Tahun 1979 merupakan salah satu bentuk dari literasi pramuka yang harus terus ditingkatkan.
Melalui Workshop Menulis Puisi yang dilaksanakan di Aula Adikarta Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan mendapat dukungan dari Komunitas Yuk Menulis ini, diharapkan para pembina yang menjadi peserta mampu mengimbaskan materi yang didapatkan untuk para peserta didiknya.
Workshop yang dibuka secara resmi oleh Kak Mardani, Andalan Kemitraan dan Kerjasama Kwarcab Kulon Progo sekaligus dihadiri pula oleh Kak Suraji Widarta, Wakil Ketua Kwarda DIY Bidang Pembinaan Anggota Dewasa.
Sebanyak 125 peserta mengikuti Workshop Menulis Puisi di Kwarcab Kulon Progo ini. Kolaborasi pemateri yang terdiri dari Kak Lukas, Kak Sutanto, dan juga founder Komunitas Yuk Menulis Kak Vitria Mardiyati membuka wawasan baru dan menambah semangat untuk lebih meningkatkan kemampuan literasi.


























