YOGYAKARTA — Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) tengah membahas serius program Pengabdian Masyarakat bersama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Berbagai persiapan terkait dengan skema program ini sudah dilakukan menindaklanjuti pertemuan antara Ketua Kwarda DIY masa bakti 2020-2025 Kak GKR Mangkubumi beberapa waktu lalu.
Rencananya, program Pengabdian Masyarakat ini akan melibatkan sedikitnya 16 dosen dengan fokus program yang beragam berdasarkan dengan latar belakang keilmuan.
Pihak Kwarda DIY juga memberikan arahan bahwa program ini setidaknya dapat mendukung program Pemberdayan Masyarakat di 11 Kampung Pramuka se-DIY dengan berbagai kegiatan yang berisi inovasi teknologi, digital, serta ekonomi kreatif.
Dari 16 dosen UMY yang nantinya terlibat dalam program Pengabdian Masyarakat ini, setidaknya ada 9 yang mengambil fokus program dengan kategori Mitigasi Bencana dan sisanya, 7 orang kategori Edukasi.
Rencananya untuk kick off program akan melibatkan Wakil Rektor UMY dengan jadwal yang akan ditentukan kemudian, tentunya dalam waktu dekat ini.
Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga untuk memberikan kontribusi nyata dalam penguatan ketahanan masyarakat DIY, terutama di bidang mitigasi bencana dan edukasi publik.
Kehadiran tim multidisiplin ini menjadi kunci untuk menghasilkan solusi yang holistik dan komprehensif. Peran 16 dosen ini tidak hanya sebatas fasilitator, tetapi juga sebagai peneliti dan perancang program.
Mereka akan berkolaborasi erat dengan Tim Pelatih dan Andalan dari Kwarda DIY untuk memastikan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan efektif sesuai dengan nilai-nilai kepramukaan.
Harapannya, program pengabdian masyarakat ini bisa berkelanjutan. Hal itu untuk memastikan dampak program tidak berhenti setelah masa pengabdian selesai. Perlu kemudian Kwarda DIY dan UMY merumuskan strategi keberlanjutan yang berfokus pada kemandirian dan internalisasi. (cst)



























