MAGELANG — Pramuka Universitas Gadjah Mada mengikuti Pelatihan Pemasangan Sistem Peringatan Dini Banjir Lahar Dingin di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTNTF FT-UGM).
Kegiatan yang digelar pada Rabu, 26 Juli 2023 di Balai Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini diikuti oleh perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang, Mahasiswa AKPRIND, ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia), Pramuka UGM, serta civitas akademik UGM.
Pelatihan ini diawali dengan sambutan ketua PPM 2023 oleh Prof. Ir. Sunarno. M. Eng., Ph.D., IPU, Ketua DTNTF yang diwakili oleh Ir. Agus Arif, M.T, dan Kiptiyah S.Pd selaku Kepala Desa Kaliurang.
Kegiatan ini terdiri dari tiga materi utama. Materi pertama, Bancana secara Umum dipaparkan oleh Prof. Ir. Sunarno. M. Eng., Ph.D., IPU. Beliau menyampaikan bahwa kita hidup dengan berbagai bencana, sehingga dibutuhkan usaha untuk meminimalisasi resiko dari adanya bencana dan bahaya di sekitar kita.
Materi yang kedua oleh Dr. Samuel Kristiyana S.T, M.T tentang Sistem Komunikasi untuk Kebencanaan. Dalam pemaparan materinya, beliau menggunakan sarana alat telekomunikasi seperti HT untuk memberi sinyal peringatan dini bencana.
Materi ketiga disampaikan oleh Christophorus Arga Putranto, S.Si. Dalam sesi Pelatihan dan Demo Teknologi Sistem ini, dijelaskan alat sederhana yang digunakan dalam mengukur curah hujan sebagai langkah awal dalam mengetahui bencana.
Para peserta begitu antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh para narasumber. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan plakat kepada pihak desa serta pengundian doorprize.
“Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, masyarakat dapat semakin sadar akan bencana yang ditimbulkan dari Merapi. Apalagi desa Kaliurang ini termasuk dalam desa kawasan rawan bencana 3 yang diapit oleh Sungai Krasak, dan Sungai Bebeng, tentu akan sangat berpotensi membahayakan dialiri lahar dingin,” ungkap Kak Kiptiyah, S.Pd.
Pramuka, sebagai tonggak masa depan bangsa, diharapkan dapat memiliki bekal pengetahuan terkait dengan Sistem Peringatan Dini Bencana sehingga dapat menjadi salah satu garda terdepan dalam antisipasi kebencanaan.



























