YOGYAKARTA — Membatik menjadi salah satu keterampilan budaya yang dikenalkan dalam Program for International Orientation and New-student Empowerment to Enhance Readiness) Universitas Gadjah Mada (Pioneer-UGM).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Office of International Affairs (OIA) UGM bekerjasama dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) pada Sabtu, 30 Agustus 2025 ini disambut dengan penuh antusias oleh para peserta.
Kak Ari Hargiatmi, salah satu narasumber mengenalkan beberapa hal terkait dengan aktivitas membatik kepada para peserta yang berasal dari berbagai negara tersebut.

Sebelum praktik membatik, Kak Ari mengenalkan nama-nama peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk membatik termasuk teknik membatik.
Setidaknya terdapat 4 jenis batik yang dikenalkan oleh Kak Ari kepada para peserta Pioneer-UGM 2025 ini. Yaitu Batik Tulis, Batik Cap, Batik Kombinasi, dan Batik Print.
Kemudian, Kak Ari juga menjelaskan tentang nama-nama canting seperti Nglowong, Cecek, dan Nembok. Teknik pewarnaan juga disebutkan oleh Kak Ari secara detail seperti celup dan colet/abstrak. Kemudian juga teknik nglorod.
Bukan hanya itu, dalam aktivitas membatik ini, Kak Ari juga memberikan pengetahuan terkait dengan sikap duduk, cara memegang canting, serta seberapa suhu yang digunakan dalam proses membatik.
Emna, salah satu peserta Pioneer-UGM yang berasal dari Perancis mengaku sangat senang bisa melakukan aktivitas membatik ini. Ia terkesan dan sangat enjoy melakukannya. (cst)





























