SLEMAN — Bertempat di Desa Wisata Tinalah, ratusan pramuka penegak peserta Perkemahan Akhir Tahun (Pakta) #2 Gugusdepan Pangkalan SMK Tamansiswa Jetis, Yogyakarta dengan penuh antusias menerima materi Pramuka Peduli, Selasa, 27 Mei 2025.
Materi disampaikan oleh Kak Bambang Sasongko (Kokok), Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat dan Pramuka Peduli Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Pusdimas PP Kwarda DIY).
Diawali dengan paparan terkait Pramuka Peduli mulai dari dasar regulasi, tujuan, pengertian, implementasi program di Kwarda DIY, aksi, sasaran keterlibatan, keorganisasian, serta kelembagaan di Kwarda DIY dan berbagai bentuk kegiatannya.
Kak Kokok juga menyebutkan tentang kerelawanan pramuka yang merupakan keikhlasan untuk peduli kepada sesama dan lingkungan sebagai wujud pelaksanaan tri satya dan dasadarma.
Setidaknya ada 9 prinsip kerelawanan secara umum yang disebutkan oleh Kak Kokok. Yaitu cepat dan tepat, prioritas, koordinasi dan keterpaduan, berdaya guna dan berhasil guna, transparansi dan akuntabilitas, kemitraan, pemberdayaan, tidak membeda-bedakan, serta tidak untuk kepentingan partai politik.
“Dari prinsip kerja itu juga terkorelasi dengan panca darma relawan Penanggulangan Bencana, yaitu mandiri, profesional, solidaritas, sinergi, dan akuntabel,” tegas Kak Kokok.

Dalam kesempatan itu Kak Kokok yang merupakan Andalan Nasional tersebut juga mengenalkan tentang prinsip-prinsip Safe from Harm. Terkait dengan bagaimana memahami potensi yang merugikan pada anak di kegiatan perkemahan seperti perundungan; mengerti standar penanganan kasus; dan membuat pola pelaporan.
Kak Kokok merinci tujuan dari Safe from Harm yang diadopsi menjadi petunjuk penyelenggaraan perlindungan terhadap anggota, yaitu melindungi anak dari pelecehan, mencegah gangguan kesehatan atau perkembangan anak, memastikan bahwa pramuka mempunyai lingkungan yang sehat, serta mengambil tindakan untuk promosi keselamatan anak dan remaja.
Usai menyampaikan materi yang cukup panjang, dilanjutkan diskusi kelompok, diberikan penugasan mengenai kondisi di sekitar berkaitan dengan pembidangan Pramuka Peduli. Dibagi dalam tiga kelompok, yaitu Penanggulangan Bencana, Pelestarian Lingkungan Hidup, dan Kemanusiaan.

Masing-masing kelompok berdiskusi menganalisa sesuai bidang, di antaranya data tempat yang berbahaya yang dapat menimbulkan bencana dan apa usahanya agar tidak terjadi bencana; pohon apa saja yang akan kamu tanam pada lokasi yang rawan longsor; serta mengamati lokasi perkemahan ada ancaman bencana apa.
Setelah berdiskusi, masing-masing kelompok kemudian mempresentasikan hasilnya untuk mendapatkan tanggapan dari kelompok lain. Peserta yang awalnya kelelahan karena pada pagi hari penjelajahan, menjadi antusias dalam diskusi dan presentasi kelompok ini.



























