YOGYAKARTA — Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Lanjutan (KML) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) tahun 2025 memasuki hari keempat, Jumat, 1 Agustus 2025 dengan semangat peserta yang semakin meningkat.
Bertempat di Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari, materi pembuka di kursus kali ini mengangkat tema strategis: pencapaian Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) di masing-masing golongan.
Di kelas golongan Penggalang, materi disampaikan oleh Kak Jumarudin. Bersama para peserta berdiakusi secara rinci bagaimana strategi pencapaian SKU dapat dirancang dan diterapkan di gugus depan.
Sementara itu, di kelas Penegak, Kak Ellang Adi Nugroho memberikan pemahaman mendalam mengenai tahapan pencapaian SKU serta peran penting pembina dalam proses pendampingan.

Peserta tidak hanya menerima materi secara pasif, namun juga terlibat aktif dalam diskusi kelompok untuk menganalisis berbagai kendala yang sering terjadi di lapangan, serta merumuskan solusi yang aplikatif sesuai dengan karakteristik satuan masing-masing.
Setelah membahas strategi pencapaian SKU, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan strategi pencapaian Syarat Kecakapan Khusus (SKK) dan Syarat Pramuka Garuda (SPG). Kali ini, Kak Agus memandu diskusi di kelas Penggalang, sedangkan Kak Tanti memandu diskusi di kelas Penegak.
Peserta diajak untuk mengidentifikasi tantangan dan potensi yang ada di gugus depan masing-masing, lalu menyusun strategi pencapaian SKK dan SPG secara sistematis dan realistis.
Melalui materi ini, para peserta KML tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai SKU, SKK, dan SPG, tetapi juga dilatih untuk menyusun strategi implementasi yang dapat diterapkan di lapangan.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar kolaboratif bagi para pembina untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat kapasitas dalam membina anggota muda Pramuka di wilayah DIY.
Dengan pendekatan yang partisipatif dan reflektif, diharapkan para peserta KML mampu menjadi agen perubahan yang membawa semangat pembinaan SKU, SKK, dan SPG ke arah yang lebih terstruktur, menyenangkan, dan bermakna di gugus depan masing-masing.



























