YOGYAKARTA — Wali Kota Yogyakarta Kak Hasto Wardoyo menegaskan pentingnya penguatan karakter, kepemimpinan, serta pelestarian nilai budaya dan kearifan lokal dalam penutupan kegiatan Pengembaraan Desember Tradisional (PDT) ke-54 Tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan dalam amanat penutupan yang ditujukan kepada seluruh peserta, pembina, serta panitia kegiatan.
Kak Hasto mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan PDT ke-54 yang telah dilaksanakan dengan tertib, aman, dan penuh makna.
Selama lima hari pengembaraan, para peserta Pramuka menempuh perjalanan kurang lebih 54 kilometer, menyusuri jejak sejarah peninggalan Kerajaan Mataram Kuno di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurutnya kegiatan pengembaraan ini bukanlah perjalanan biasa. Para peserta diajak menapaki ruang-ruang peradaban yang sarat akan nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal.
Jejak Mataram Kuno tersebut menjadi pengingat bahwa sejak dahulu leluhur bangsa telah membangun peradaban yang menjunjung tinggi harmoni antara manusia, alam, dan budaya.
“Nilai-nilai inilah yang perlu terus dirawat dan dihidupkan oleh generasi muda sebagai penerus estafet pembangunan bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, setiap langkah dalam pengembaraan ini dinilai sebagai proses pembelajaran yang membentuk ketangguhan, kedisiplinan, kebersamaan, serta rasa tanggung jawab.
Peserta tidak hanya diuji secara fisik, tetapi juga ditempa secara mental dan karakter. Nilai-nilai kepramukaan seperti kerja sama, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta semangat pantang menyerah menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, Wali Kota menekankan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan penguatan nilai-nilai karakter.
“Kemajuan harus diimbangi dengan akhlak mulia, kepekaan sosial, serta penghormatan terhadap sejarah dan budaya bangsa,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Kak Hasto juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta yang secara konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembinaan generasi muda.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh pembina, pendamping, sangga kerja, purna Dewan Kerja Cabang, dan pihak-pihak terkait yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam mendampingi adik-adik Pramuka, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan aman.
“Kegiatan Pengembaraan Desember Tradisional ini merupakan contoh nyata pendidikan karakter yang hidup, kontekstual, dan membumi,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Kak Hasto menghimbau seluruh peserta agar terus belajar, berproses, dan mengabdi. Ia berharap pengalaman selama PDT ke-54 ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, masyarakat, maupun dalam setiap aktivitas kepramukaan.
“Jadilah generasi muda Yogyakarta yang tangguh, berdaya saing, namun tetap berakar pada budaya dan kearifan lokal,” pungkasnya.



























