KOTA YOGYAKARTA — Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Jetis mengadakan pelantikan Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) dan Pengurus Kwarran Jetis Masa Bakti 2025–2028 di Pendopo Kemantren Jetis, Yogyakarta pada Rabu, 12 Juni 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta, Sekretaris Kwarcab Kota Yogyakarta, Andalan Cabang Urusan Protokoler, Staf Kwarcab Kota Yogyakarta, serta tentunya para pengurus Mabiran dan Kwarran yang dilantik.
Upacara pelantikan dimulai pukul 09.00 WIB diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Hymne Satya Darma Pramuka. Prosesi pelantikan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pelantikan Mabiran dan dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Kwarran.

Dalam pelantikan ini, dibacakan naskah keputusan, tanya jawab tantingan, naskah ikrar, serta kata pelantikan. Kemudian juga dilakukan penyematan tanda jabatan dan penandatanganan berita acara.
Dalam sambutannya, Ketua Mabiran Jetis sekaligus Mantri Pamong Praja Kemantren Jetis, Kak Syarief Teguh Prabowo, S.STP menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah yang telah diberikan.
“Kami akan melaksanakan amanah ini sebaik-baiknya sesuai dengan ikrar yang telah kami sampaikan. Kemantren Jetis memiliki potensi gerakan Pramuka yang luar biasa. Gerakan Pramuka harus terus tumbuh dan berkembang di wilayah kemantren jetis,” ujarnya.

Pihaknya juga menambahkan pentingnya sinergi antar semua pihak untuk bersama-sama membangun dan memajukan gerakan pramuka di Kwarran Jetis, serta menghidupkan berbagai aktifitas.
Tidak hanya itu, Kak Syarief juga menghimbau pentingnya pendataan anggota melalui Sistem Informasi Kelembagaan dan Anggota (Siska) dan pelaksanaan Karang Pamitran sebagai bekal para pembina untuk lebih mantap memberikan pelatihan soft skill dalam Gerakan Pramuka.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Kota Yogyakarta, Kak Drs. Heroe Poerwadi, MA, dalam arahannya menyampaikan bahwa peran Mabiran sangat penting sebagai pengayom, pengarah, dan fasilitator aktivitas kepramukaan di wilayah ranting.
“Pramuka adalah bagian dari kepanduan dunia yang memiliki kurikulum dan nilai-nilai universal. Ia mendidik anggota menjadi pribadi mandiri, mampu menghadapi tantangan, dan menyelesaikan persoalan,” ungkapnya.
Kak Heroe juga menekankan pentingnya pendidikan soft skill dalam gerakan pramuka. Melalui kegiatan seperti permainan dan latihan keorganisasian, anggota pramuka dapat dilatih menjadi pemimpin, bersosialisasi, dan menjalin relasi sosial yang sehat.

“Gugus depan adalah ujung tombak gerakan pramuka. Menghidupkan gugus depan adalah tugas utama kwartir ranting,” tegasnya.
Acara ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri, pembacaan doa, dan sesi foto bersama seluruh peserta. Rangkaian pelantikan ini menjadi awal yang penuh untuk masa bakti baru dalam membina generasi muda yang tangguh dan berkarakter.



























