BANTUL — Salah satu rangkaian agenda Apel Besar Hari Pramuka ke-64 Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) yang digelar di Lapangan Trirenggo Bantul, Kamis, 21 Agustus 2025 adalah penampilan seni budaya dan atraksi.
Terdapat 4 penampilan luar biasa yang memukau para tamu undangan dan peserta Apel Besar Hari Pramuka ke-64 dari pramuka Siaga, Penggalang, serta Penegak di wilayah Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bantul.
Penampilan yang pertama adalah seni budaya Blarak-Blarak Sempal yang dimainkan oleh pramuka golongan Siaga, perwakilan dari Kwartir Ranting di Bantul.
Dalam bermain blarak-blarak sempal pemain dibagi menjadi dua kelompok melalui hompimpah atau ping sut. Setelah mengetahui masing-masing kelompok, selanjutnya membentuk formasi.

Anggota kelompok yang kalah duduk dengan kedua kaki diselonjorkan dengan posisi melingkar, dimana telapak kaki mereka saling bertemu di atas sabut kelapa yang ditelentangkan.
Kemudian kelompok yang menang mengambil posisi berdiri di antara dua pemain yang kalah, dan menggandeng tangan dari teman (kelompok yang kalah) di kanan dan kirinya dengan erat.
Setelah posisi siap, mereka bersama-sama berputar sambil menyanyikan lagu dolanan Blarak-blarak Sempal Semakin lama perputaran berlangsung, maka akan semakin baik dianggap berhasil.
Permainan ini mengajarkan tentang kekompakan, mengasah kemampuan fisik, kerja sama, dan kemampuan sosial. Selain itu permainan blarak sempal juga menyimpan makna filosofis mengenai kebersamaan, tenggang rasa dan kebersamaan

Penampilan kedua yang tak kalah menariknya adalah atraksi beladiri yang disuguhkan oleh Sako Sekawan Persada Nusantara (SPN) dengan berbagai gaya dan teknik pencak silat yang dibawakan oleh puluhan pramuka.
Sejumlah gerakan silat massal diperlihatkan secara kompak. Mereka berdiri berjajar rapi, memenuhi lapangan dengan barisan yang tertata. Begitu aba-aba diberikan, gerakan serentak mereka mengalir seperti ombak, memadukan kekuatan dan keindahan dalam satu irama.
Setiap pukulan, tendangan, dan kuda-kuda dipertunjukkan dengan penuh konsentrasi, mencerminkan disiplin dan kekompakan. Dari kejauhan, gerakan silat massal itu tampak seperti sebuah tarian kolosal yang sarat makna, menggetarkan hati setiap penonton yang menyaksikan.
Suasana kebersamaan dan semangat bela diri tradisional terpancar jelas, menjadi bukti bahwa silat bukan hanya olahraga, tetapi juga warisan budaya yang mempererat persatuan.
Kemudian juga pramuka penegak perwakilan kwarran-kwarran di Bantul menampilkan Senam Balok yang mencuri perhatian para peserta dan tamu undangan.

Dengan penuh konsentrasi, mereka memulai rangkaian gerakan senam, melangkah mantap, menjaga keseimbangan, lalu memadukan ayunan tangan dan irama tubuh yang selaras.
Setiap gerakan dilakukan dengan penuh ketelitian, menampilkan perpaduan antara kekuatan, kelincahan, dan keanggunan. Penonton terpesona, sorak kagum pun bergema ketika para peserta berhasil menuntaskan rangkaian gerakan tanpa kehilangan keseimbangan.
Senam Balok ini benar-benar mencuri perhatian, bukan hanya karena keserempakannya, tetapi juga karena keberanian dan keindahan yang terpancar dari setiap langkah di atas balok yang menantang.
Sebagai penampilan pamungkas, Marching Band dari SMA Dlingo begitu luar biasa. Dari penyajian lagu yang harmonis, gaya mayoret yang memesona, serta atraksi tambahan dari para pemain drum mendapat tepuk tangan meriah dari para peserta dan tamu undangan.

Dentuman drum menggelegar, diiringi tiupan terompet dan klarinet yang membahana memenuhi udara. Lapangan seketika menjadi panggung megah ketika Marching Band SMA Dlingo tampil dengan formasi yang rapi dan penuh percaya diri.
Setiap langkah kaki menghentak dengan tempo yang presisi, setiap nada mengalun selaras membentuk harmoni yang memukau. Penonton terhipnotis oleh semangat dan energi yang dipancarkan, hingga tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan meriah.
Penampilan Marching Band SMA Dlingo bukan hanya hiburan, tetapi juga bukti dedikasi, disiplin, dan kreativitas para generasi muda yang luar biasa.
Diketahui bahwa Apel Besar Hari Pramuka ke-64 ini dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) DIY, Kak Sultan Hamengku Buwono X.
Terdapat pula penganugerahan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka yang langsung disematkan oleh Kamabida DIY, didampingi Ketua Kwarda DIY, dan Ketua Majelis Pembimbing Cabang Bantul. (cst)



























