YOGYAKARTA — Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Tahun 2025 di Yogyakarta. Forum tertinggi dalam Gerakan Pramuka di tingkat daerah, sebagai sarana evaluasi, refleksi, dan perumusan arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan.
Pembukaan diawali dengan penayangan video kegiatan Kwarda DIY selama lima tahun, kemudian laporan pelaksanaan Musda oleh Ketua Panitia. Suasana semakin semarak dengan penampilan tarian dari Gunungkidul DIY yang menggambarkan semangat harmoni dan kelestarian alam Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Ketua Kwarda DIY, GKR Mangkubumi, menyampaikan bahwa Musda bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum strategis untuk meneguhkan langkah dan cita-cita besar Gerakan Pramuka di tanah keistimewaan.
“Musda ini adalah panggung sakral untuk merefleksikan jejak langkah yang telah kita torehkan, mengevaluasi setiap upaya dengan kejujuran, dan memproyeksikan cita-cita besar bagi masa depan Gerakan Pramuka yang kita banggakan,” tutur Kak GKR Mangkubumi.
Ia juga memaparkan berbagai capaian strategis selama lima tahun terakhir, di antaranya: Terwujudnya konsep “Pramuka Istimewa” melalui program Pawiyatan Budaya dan Bimbingan Teknis berbasis kearifan lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Kak GKR Mangkubumi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Kwarda DIY yang telah bekerja keras selama 5 tahun ini.
Menutup sambutannya, GKR Mangkubumi menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan keistimewaan dalam setiap langkah Pramuka DIY.
“Rawat dan suburkanlah ruh Pramuka Istimewa, agar nilai-nilai luhur budaya dan keistimewaan Yogyakarta senantiasa menjadi napas dalam setiap langkah perjuangan kita,” pesannya.
Musda Gerakan Pramuka DIY 2025 diharapkan dapat melahirkan keputusan strategis yang memperkuat pembinaan kepramukaan di Yogyakarta.



























