BANTUL — Memasuki hari kedua Pertapa Wiradaya XXXVII 2025, seluruh peserta kembali mengikuti rangkaian kegiatan. Sejak pagi, para peserta melakukan registrasi ulang sebagai bentuk pengecekan kelengkapan dan konfirmasi kehadiran seluruh anggota sangga sebelum kegiatan utama dimulai.
Setelah registrasi ulang selesai, peserta mengikuti upacara pembukaan oleh Kak Abdul Halim Muslih selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Bantul sebagai pembina upacara. Kak Halim dalam amanatnya menekankan pentingnya semangat perjuangan dalam diri generasi muda.
Kak Halim menegaskan bahwa spirit bangsa untuk berjuang harus terus diteruskan kepada generasi selanjutnya, karena generasi muda adalah simbol kemajuan dan keberdayaan suatu bangsa.
Kemudian pihaknya juga menambahkan bahwa negara yang maju membutuhkan pemimpin dan sumber daya manusia yang hebat, salah satunya adalah para peserta yang mengikuti Pertapa Wiradaya XXXVII.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Halim mengajak peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya, menyerap pengetahuan, dan menjiwai pengorbanan para pahlawan yang telah mempertaruhkan segalanya demi kemerdekaan.
“Kita juga mendapatkan tuntutan sejarah untuk melanjutkan perjuangan itu,” ungkapnya.
Perjuangan pada masa kini dan masa depan dilakukan melalui peningkatan kapasitas diri agar mampu meneruskan visi dan cita-cita para pahlawan.
Kak Halim juga menekankan bahwa Gerakan Pramuka dibentuk untuk menciptakan generasi muda yang tangguh, berkarakter baik, cekatan, tanggap terhadap keadaan, serta memiliki rasa kasih sayang kepada sesama.
Usai upacara, kegiatan akan dilanjutkan dengan pengembaraan dan perjalanan. Pada rangkaian ini, peserta harus melewati lima pos, yaitu: Pos Giat Perjalanan, Pos Peta Wilayah, Pos Peta Pita, Pos Menaksir, dan Pos Yel-yel Perjuangan.



























