YOGYAKARTA — Materi Kepemimpinan Pancasila mengawali kegiatan pelatihan di hari kedua, Youth Leadership Course 2025, Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila di era digital bertempat di Cakra Kembang, Yogyakarta, Jumat, 24 Oktober 2025.
Materi disampaikan oleh Kak Anis Ilahi Wahdati sebagai pengantar Refleksi Diri terkait dengan sejauh mana kepribadian peserta dengan jiwa atau nilai-nilai pancasila.
Dalam materi ini, para peserta diberikan instrumen reflektif kepemimpinan pemuda berbasis nilai-nilai pancasila yang bertujuan untuk membantu mereka dalam mengenali sejauh mana nilai-nilai pancasila tersebut terinternalisasi dalam cara berfikir, bersikap, dan bertindak.
Kak Anis menegaskan bahwa instrumen ini bukan merupakan tes kepribadian ataupun ujian, namun sebagai alat refleksi dan pemetaan nilai. Peserta diharapkan menjawab secara jujur sesuai dengan kondisi, keyakinan, dan perilaku yang dilakukan saat pelatihan.
Terdapat pula skoring dari instrumen ini yang disandingkan dengan makna hasil refleksi dengan interpretasi umum mulai dari tingkat rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi sebagai cerminan sikap.
Para peserta juga diminta untuk membuat kalimat reflektif argumentatif yang menggambarkan sikap mereka secara individu, kemudian dilanjutkan dengan rekap per kelompok didampingi oleh pelatih dan fasilitator.
Sebagaimana diketahui bahwa pelatihan yang akan berlangsung hingga 29 Oktober 2025 ini diselenggarakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta didukung oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas. (cst)



























