SLEMAN — Bertempat di UPTD Persampahan Kabupaten Sleman, Saka kalpataru Sleman menggelar latihan Krida 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang diikuti oleh calon anggota dan anggota pada Minggu, 18 Mei 2025. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan 3R, yakni pembuatan topeng kertas
Agenda dimulai dengan sambutan hangat dari Kak Totok Triyadi, S.Si. Pamong Saka Putra yang menyampaikan bahwa kegiatan ini harus ada di sekolah khususnya Adiwiyata, karena sangat mengurangi limbah kertas secara signifikan.
Dalam kesempatan itu Kak Mustika Dewi, Pimpinan Saka Kalpataru Sleman berpesan Sekolah Adiwiyata harus mengembangkan kegiatan yang inovatif kreatif dan ekonomis karna merupakan kegiatan P5 di sekolah contohnya pembuatan topeng kertas ini.
Selanjutnya Kak Rendyansyah Rahmatullah, Purna Dewan Saka 2019-2021 memberikan pengarahan tentang bagaimana topeng kertas itu dibuat. Ia mengajak agar mengolah sampah khususnya kertas yang tidak terpakai agar memiliki nilai jual kembali dari pada di buang. Kertas yang disarankan adalah kertas limbah koran.
Para peserta belajar pengelolaan sampah sangat penting melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat dari dampak banyaknya limbah kertas yang tidak diolah akhirnya mencemari lingkungan seperti sumber air, menyebabkan masalah kesehatan.

Pembuatan topeng kertas memiliki berbagai tahapan pembuatan dari pembuatan bubur kertas, mencetak menjadi sebuah topeng, dan pengeringan yang membutuhkan waktu agak lama.
Kegiatan ini di harapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian peserta terhadap limbah khususnya limbah kertas. Serta mendorong mereka untuk berkontribusi dalam upaya konservasi di daerah mereka masing-masing.
Dengan adanya latihan ini, Dewan Saka Saka Kalpataru Sleman berharap dapat melahirkan generasi yang lebih peduli dan aktif dalam mengolah limbah baik plastik, kertas, kaca, dan sebagainya.



























