YOGYAKARTA — 29 Januari 2026, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menerima hasil pemetaan topografi kawasan Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang dari tim pengabdian masyarakat Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Penyerahan hasil kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat dalam kerangka Tridharma Perguruan Tinggi.
Pemetaan topografi tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan Kwarda DIY untuk menyediakan data spasial dasar kawasan Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang, yang sangat dibutuhkan dalam rangka penyusunan desain ulang masterplan kawasan. Tim pengabdian telah melaksanakan survei lapangan dan proses produksi data sejak pertengahan tahun 2025, mencakup pengukuran topografi, elevasi, serta fitur-fitur fisik kawasan secara detail dan terukur.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Yulaikhah, S.T., M.T., dengan melibatkan tim dosen dari Teknik Geodesi FT UGM, yaitu:
- Prof. Ir. Trias Aditya K.M., S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.
- Ir. Rochmad Muryamto, M.Eng.Sc.
- Ir. Nurrohmat Widjajanti, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.
- Dr.Eng. Ir. Purnama Budi Santosa, S.T., M.App.Sc., IPM.
- Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D.
- Dr. Ir. Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc., IPU.
- Ruli Andaru, S.T., M.Eng., Ph.D.
- Dr. Ir. Bilal Ma’ruf, S.T., M.T.
serta didukung oleh tim peneliti dan mahasiswa: Zulfian Isnaini Cahya, Andris Sudaryanto, Rivaldo Putra, Syahdan Dzulhaj Rafie, Romeo Vishwanathan Siahaan, Romi Al Fajar, Hani Nikmah Syafira, Astuti Handayani, Tri W ibisono, dan Eko Budi Wahyono.
Penyerahan peta dilakukan langsung oleh tim pengabdian dan diterima oleh Sekretaris Kwarda DIY, Kak drh. Sri Budoyo, bersama dengan Kepala Badan Pendayagunaan Aset dan Pengelola Bumi Perkemahan Kwarda DIY, Kak Dino Argianto, S.T., M.Si. di kantor Kwarda DIY, Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna, Babarsari.

Kwarda DIY berencana menyusun ulang rencana pemanfaatan Bumi Perkemahan untuk mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan, sekaligus membuka ruang pemanfaatan kawasan bagi masyarakat luas melalui kegiatan pendidikan, sosial, rekreasi, dan penguatan ekonomi lokal. Masterplan lama yang disusun pada tahun 2016 dinilai sudah tidak sepenuhnya mampu mengakomodasi perkembangan kebutuhan tersebut, sehingga diperlukan masterplan baru yang berbasis data spasial termutakhir.
Pada tahun 2025 tim pengabdian masyarakat dari UGM juga telah melakukan pemetaan topografi kawasan Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari, yang menjadi bagian dalam penyusunan masterplan baru kawasan tersebut. Masterplan Babarsari sendiri telah dirancang pada tahun 2024 melalui kolaborasi pengabdian masyarakat antara Departemen Teknik Arsitektur (desain masterplan) dan Teknik Geodesi (pemetaan topografi). Keberhasilan tersebut kemudian menjadi pijakan untuk pengembangan masterplan baru Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang.

Hasil pemetaan topografi yang diserahkan ini diharapkan menjadi data dasar dalam perencanaan tata ruang, pengembangan fasilitas, manajemen kawasan, serta mitigasi risiko lingkungan di kawasan Bumi Perkemahan Karang Pramuka Kaliurang. Kegiatan ini juga mencerminkan sinergi yang kuat antara perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Peta Digital dapat diakses di http://ugm.id/petakarangpramuka.
Bumi Perkemahan Karang Pramuka merupakan kawasan perkemahan sekaligus wisata alam yang berada di wilayah Kaliurang, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Terletak di lereng selatan Gunung Merapi, kawasan ini menawarkan suasana pegunungan yang sejuk dengan lanskap hutan pinus dan vegetasi hijau yang masih terjaga, serta lapangan terbuka yang ideal untuk berbagai kegiatan kepramukaan dan pendidikan luar ruang.
Secara lebih luas, kegiatan pengabdian masyarakat ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui perencanaan kawasan berbasis data yang inklusif dan berwawasan lingkungan, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara sivitas akademika UGM dan Gerakan Pramuka dalam mendukung pembangunan sosial dan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.(Kak Dino/LA)



























