YOGYAKARTA – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) secara resmi melantik jajaran Satuan Pendidikan, Badan Kelengkapan, dan Organisasi Pendukung, sekaligus membuka Rapat Pleno Andalan Daerah Tahun 2026 pada tanggal 24 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi awal pelaksanaan tahun pertama Rencana Strategis (Renstra) Kwarda DIY 2025–2030.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Kwarda DIY, Kak GKR Hayu, serta dihadiri jajaran Pimpinan Kwarda DIY, Andalan Daerah, Pimpinan Satuan Karya (SAKA) dan Satuan Komunitas (SAKO) tingkat daerah, serta para tamu undangan. Dalam sambutannya, Ketua Kwarda DIY menegaskan visi besar Gerakan Pramuka DIY, yakni mewujudkan Pramuka yang Mandiri, Unggul, Berbudaya, dan Inovatif, yang seluruh gerak langkahnya dijiwai Nilai-Nilai Keistimewaan Yogyakarta. Visi tersebut, bukan sekadar slogan, melainkan mandat organisasi yang harus diterjemahkan ke dalam program kerja nyata dan berdampak langsung hingga ke gugus depan.
Aspek kemandirian dan keunggulan ditekankan melalui penguatan tata kelola organisasi (good governance) serta pembangunan kemandirian ekonomi. Peran Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) mendapat perhatian khusus untuk memastikan lahirnya Pembina dan Pelatih yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga kuat dalam karakter. Tahun 2026 ditetapkan sebagai momentum peningkatan kualitas lulusan kursus agar siap dan cakap saat kembali mengabdi di satuan pendidikan dan gugus depan.
Selain itu, kemitraan strategis menjadi agenda penting. Kwarda DIY menargetkan peningkatan signifikan kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, guna mendukung keberlanjutan program dan kemandirian finansial organisasi. Di sisi lain, jati diri Pramuka DIY sebagai Pramuka yang Berbudaya diteguhkan melalui penguatan filosofi lokal Nyawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh. Puslitbangda didorong untuk mengintegrasikan nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta ke dalam SKU dan SKK secara aplikatif, sementara implementasinya diwujudkan melalui program Kampung Pramuka dengan target minimal 20 kegiatan pengabdian berkelanjutan pada tahun 2026.
Menjawab tantangan zaman, transformasi inovatif dan digital juga menjadi penekanan utama. Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) diamanahkan sebagai motor penggerak transformasi digital Kwarda DIY, termasuk integrasi data keanggotaan dan kegiatan dalam satu sistem yang akurat, serta penguatan strategi branding melalui kanal komunikasi kekinian tanpa meninggalkan sentuhan kemanusiaan dan nilai persaudaraan.
Pada kesempatan tersebut, Kwarda DIY turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Badan Kelengkapan, Organisasi Pendukung, dan Satuan Pendidikan periode sebelumnya atas dedikasi, kerja keras, prestasi, dan pengabdian yang telah diberikan. Sinergi dan komitmen yang terbangun dinilai menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan pembinaan generasi muda.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan Rapat Pleno Andalan Daerah Tahun 2026. Ketua Kwarda DIY menegaskan bahwa pleno ini merupakan “sidang komitmen” untuk menerjemahkan Renstra 2025–2030 dari dokumen menjadi aksi nyata (from document to action). Setiap bidang diminta menyusun rencana kerja yang konkret, terukur, berdampak langsung ke gugus depan, serta dilandasi sinergi lintas bidang dengan target minimal 60 persen kolaborasi sesuai renstra.
Dengan mengedepankan akuntabilitas, efisiensi, dan semangat kebersamaan, Kwarda DIY optimistis Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta mampu hadir sebagai solusi sosial bagi masyarakat, menjawab tantangan kenakalan remaja, pelestarian lingkungan, dan penguatan karakter generasi muda. Rapat Pleno Andalan Daerah Tahun 2026 pun resmi dibuka sebagai momentum akselerasi menuju Pramuka DIY yang istimewa dalam kualitas dan nyata dalam pengabdian. Diharapkan kegiatan ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals nomor 4, dan nomor 17.(LA)



























