YOGYAKARTA — Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menggelar peringatan Hari Bapak Pramuka Dunia di Aula Kwarda, Jumat, 28 Februari 2025.
Kegiatan ini dikemas dalam KePPo (Kelas Ekstra Pembinaan Pramuka Jogja) serta renungan peringatan Hari Bapak Pramuka Dunia ke-168, yang bertujuan memperkuat nilai-nilai kepanduan bagi generasi muda.
Kak Suraji Widarta, Wakil Ketua Kwarda DIY Bidang Pembinaan Anggota Dewasa membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Kak Suraji menekankan pentingnya semangat kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam momen spesial memperingati hari lahir Baden-Powell, pendiri gerakan kepanduan dunia.

Menurutnya, momentum ini mengingatkan kita akan pentingnya pendidikan kepanduan di dunia. Baden-Powell mengajarkan nilai-nilai lokal yang kita terapkan dalam sarasehan ini, terutama terkait kebermanfaatan bagi masyarakat dan penguatan dasar gerakan Pramuka.
“Harapannya, dengan adanya Pramuka, masyarakat lebih merasa nyaman dan terlindungi, serta dapat mengembangkan diri melalui kelas ekstra pembinaan Pramuka di Yogyakarta ini,” ujar Kak Suraji.
Setelah pembukaan, agenda dilanjutkan dengan sarasehan yang menghadirkan dua narasumber untuk membahas jurnalistik dan komunikasi efektif di era digital, serta strategi pembuatan dan optimalisasi konten digital.

Kedua narasumber yang dihadirkan adalah Kak Bambang Pamungkas, Wakil Ketua Pusat Pengembangan Jurnalistik dan Sistem Informasi serta Kak Wardha Ayu, Content Writer. Diskusi diharapkan dapat membekali anggota Pramuka dengan keterampilan komunikasi yang relevan di era modern.
Sebagai penutup, dilakukan Renungan memperingati Hari Bapak Pramuka Dunia, merefleksikan nilai-nilai kepanduan yang diwariskan oleh Baden-Powell, serta memperkokoh semangat pengabdian bagi masyarakat.
Peringatan ini menjadi momen penting untuk terus menghidupkan semangat kepanduan di Yogyakarta dan memperkuat peran Pramuka dalam membangun karakter bangsa.



























