YOGYAKARTA – Panitia Perkemahan Wirakarya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2025 melakukan beberapa audiensi dengan berbagai pihak, salah satunya adalah dengan Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada (PSLH UGM), pada Rabu, 11 Juni 2025.
Dalam audiensi ini, perwakilan panitia yang terdiri dari Kak Ahmad Mahardi Ismail, Kak Nanang Slamet Riyadi, Kak Brillan Nala, Kak Dhestin, dan Kak Latif Rahardian Ahmad, serta didampingi oleh Kak Bambang Sasongko (Kokok) paparkan kolaborasi kegiatan, utamanya dalam Pengelolaan Lingkungan dan Pengolahan Sampah terpilah.
Audiensi diterima diterima dengan baik oleh Prof. Dr. Djati Mardiatno, S.Si., M.Si., Kepala PSLH UGM. Pihaknya menyampaikan akan mendukung, terutama kegiatan yang berfokus pada Pengelolaan Lingkungan di lokasi Kegiatan, yaitu Kampung Pramuka Sokorojo, Wijimulyo, Kulon progo.
Dari pertemuan tersebut, pihak PSLH UGM akan menjadi narasumber materi dengan tema pengelolaan sampah komunal. Selain itu, akan ada bantuan berupa bak sampah terpilah sejumlah 10 set, untuk ditempatkan di Kalurahan, 4 RT di Padukuhan Sukorojo, PAUD, SD, SMP, dan SMK.
Kak Djati juga mengamini rencana dari panitia terkait dengan pengintegrasian SDGs, di sertai dengan logo indikator dari 17 capaian SDGs. Karena menurut Kak Djati, hal tersebut sangat penting, agar Gerakan Pramuka jelas perannya dalam menginterpretasikan kegiatan melalui SDGs.
Lebih lanjut, pihaknya juga menyarankan agar panitia Perkemahan Wirakarya DIY 2025 dapat melibatkan secara aktif, komunitas pemerhati lingkungan atau sampah, khususnya yang dari pramuka seperti LokaLogi.
Diketahui bahwa Perkemahan Wirakarya DIY 2025 mengusung tema Penegak dan Pandega DIY Bersama Berkarya, Berdampak Nyata, Membangun Yogyakarta dengan slogan Gumregah, akronim dari Guyub, Makarya, Greget, Sumringah.
Kegiatan akan dilaksanakan selama 4 hari, mulai 4 Juli hingga 7 Juli 2025 bertempat di Kampung Pramuka Sokorojo, Wijimulyo, Kulon Progo dengan melibatkan ratusan peserta bersama dengan masyarakat setempat.



























