SLEMAN — Bertempat di Pulen Kopi Ponti, Kalasan, Sleman, Purna Aktivis dan Dewan Kerja (PADK) Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta atau yang sering dikenal dengan Kerabat Wiradhiratsaha melaksanakan Syawalan, Sabtu, 5 April 2025.
Nampak kakak-kakak Wiradhiratsaha dalam momen Lebaran 2025 ini untuk saling silaturahmi, membangun keakraban, serta tentunya bermaaf-maafan.
Dengan khidmat, para kerabat Wiradhiratsaha bersama-sama mengucapkan Sandi PADK bahwasanya Para Purnawan Sejati, tiada kata terhenti untuk berbakti, tiada ingkar dengan sumpah dan janji.
Setelah dibuka oleh Ketua Kerabat Wiradhiratsaha, Kak Budi Ruseno, dalam momen spesial tersebut disampaikan tausyiah Syawalan oleh Kak Koentjoro dengan mengusung tema tentang hikmah silaturahmi dan makna persaudaraan bakti bagi seorang pramuka.

Kak Koentjoro menyampaikan bahwa silaturahmi dan makna persaudaraan bakti secara lugas dan memiliki nilai yang dalam. Pihaknya mengingatkan kembali kepada Kerabat Wiraswasta bahwa makna silaturahmi adalah untuk mencapai tujuan mulia di Gerakan Pramuka.
“Termasuk dialog, kritik, berdebat menuju kebaikan dan musyawarah bukan berarti bermusuhan ataupun kebencian, namun justru sebaliknya untuk mencapai tujuan-tujuan yang mulia dalam Gerakan Pramuka,” tegasnya.
Tausyiah ini sekaligus menjadi sebuah fatwa para sesepuh di Kerabat Wiradhiratsaha dalam membangun penguatan dan peningkatan eksistensi Gerakan Pramuka, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Nampak beberapa kakak juga turut menyampaikan pandangan dan argumennya untuk bersama-sama bagaimana menciptakan keharmonisan dalam kekerabatan di Wiradhiratsaha serta upaya untuk selalu berbakti tanpa henti mendukung Gerakan Pramuka.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh perwakilan dari Dewan Kerja Daerah DIY yang saat ini masih aktif di kepengurusan, sebagai ujung tombak dari para Pramuka Penegak dan Pandega di DIY.



























