SLEMAN — Dalam workshop menulis puisi yang digelar oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sleman di Aula Bappeda kabupaten Sleman pada Sabtu, 17 Mei 2025, Kak Lukas Sumanasa turut menyampaikan materi kepada para peserta.
Di hadapan 125 peserta workshop menulis puisi yang merupakan pembina serta pelatih pembina pramuka di wilayah Kwarcab Sleman, Kak Lukas menguraikan tentang Literasi Pramuka.
Mengawali paparannya, Kak Lukas yang merupakan Andalan Daerah Urusan Perencanaan Program Organisasi tersebut menyampaikan tentang prioritas sasaran dari Rencana Strategis Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY).
Ia menyampaikan bahwa prioritas sasaran 2 dari Kwarda DIY adalah meningkatkan kapasitas, koordinasi, efektifitas lembaga dan efektifitas pengelolanya dengan sistem manajemen kelembagaan yang fleksibel dan mudah diterapkan di jajaran Gerakan Pramuka.
“Tersedianya buku-buku pedoman kepramukaan yang dapat diakses oleh anggota Gerakan Pramuka,” tegas Kak Lukas.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa salah satu tahapan perencanaan tahun 2025 adalah terselenggaranya pendidikan/pelatihan bagi anggota gerakan pramuka dalam penyusunan karya tulis. Hal ini sangat erat kaitannya dengan literasi.

Kak Lukas kemudian juga menyinggung tentang pendidikan kepramukaan dilaksanakan berdasarkan pada nilai dan kecakapan dalam upaya membentuk kepribadian dan kecakapan hidup pramuka.
Disebutkan pula bahwa salah satu metode yang digunakan dalam pendidikan kepramukaan adalah penghargaan berupa tanda kecakapan. Hal itu akan mendorong peserta didik secara bersungguh-sungguh menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kepramukaan serta memiliki berbagai kompetensi keterampilan.
Sesuai dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 132 Tahun 1979, terdapat Tanda Kecakapan Khusus (TKK) pengarang. Selain itu juga ada TKK Pembaca Tentu saja ini merupakan salah satu bentuk dari literasi pramuka yang harus terus ditingkatkan.
Ada hal yang berkaitan erat dengan Workshop Menulis Puisi, yaitu dalam TKK Mengarang terdapat satu poin yang menyebutkan bahwa pramuka dapat menyusun atau mengarang salah satu di antara pantun atau soneta. Kak Lukas kemudian memperjelas pengertian tentang Soneta, Sajak, Prosa Lirik, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Di akhir paparannya, Kak Lukas menyampaikan beberapa karyanya dalam dunia literasi seperti ikut serta dalam menulis buku, membuat puisi, dan merencanakan program workshop menulis puisi ini. (cst)



























