YOGYAKARTA, 16 April 2026 — Gerakan Pramuka memiliki peran penting sebagai wadah pendidikan karakter yang relevan sepanjang zaman. Hal tersebut mengemuka dalam siaran dialog (Siaran Kawruh) di RRI Pro 4 Yogyakarta bertema Bapak Pramuka dan Peran Strategis Pendidikan Karakter Bangsa, Kamis (16/4), yang menghadirkan Kak GKR Hayu dan Kak drh. Sri Budoyo sebagai narasumber.
Dalam dialog tersebut disampaikan bahwa pada dasarnya Gerakan Pramuka adalah pendidikan. Namun pendidikan yang dimaksud tidak hanya sebatas teori di ruang kelas, melainkan pendidikan kehidupan yang membentuk watak, tanggung jawab, kemandirian, serta kepedulian sosial. Semangat inilah yang sejak lama ditekankan oleh Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia, bahwa Pramuka harus mampu memberi kontribusi nyata kepada masyarakat.
Nilai-nilai pendidikan karakter yang tumbuh di Gerakan Pramuka juga berakar kuat pada budaya bangsa sendiri. Selama ini pendidikan kerap dipandang melalui teori-teori Barat, padahal masyarakat Indonesia memiliki kearifan lokal yang tidak kalah penting. Contohnya, di Jogja, memahami kapan menggunakan bahasa ngoko dan kapan menggunakan krama merupakan bentuk pendidikan etika dan kemampuan menempatkan diri dalam kehidupan sosial.
Selain peran sekolah dan Gugus Depan, dukungan keluarga juga dinilai sangat menentukan. Disampaikan bahwa pembentukan karakter tidak akan optimal apabila kedisiplinan tidak dibangun dari rumah. Peserta didik mungkin telah dibiasakan tertib dan disiplin di sekolah maupun kegiatan Pramuka, namun nilai tersebut perlu diperkuat dengan teladan dari orang tua di lingkungan keluarga.
Dalam kegiatan kepramukaan, orang tua juga diajak memberi ruang bagi anak untuk belajar mandiri. Misalnya saat mengikuti perkemahan atau kegiatan lapangan, anak perlu diberi kesempatan menghadapi tantangan, hidup sederhana, dan belajar menyelesaikan persoalan sendiri. Pengalaman seperti itu menjadi bagian penting dalam melatih survivability, daya juang, serta ketangguhan mental.
Disiplin menjadi salah satu fondasi utama dalam pembentukan karakter peserta didik. Nilai tersebut perlu ditanamkan sejak dini, karena melalui kedisiplinan seseorang akan mampu menjalankan aktivitas dengan penuh tanggung jawab, sadar terhadap tugasnya, serta memahami apa yang harus dilakukan.
Melalui dialog ini, masyarakat diingatkan kembali bahwa Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang pendidikan untuk menyiapkan generasi yang berkarakter, tangguh, dan siap berkontribusi bagi bangsa, dan tentu saja untuk pramuka istimewa yaitu generasi yang berbudaya. (LA)



























