KOTA YOGYAKARTA — Menjelang gelaran Perkemahan Wirakarya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2025 yang akan dilaksanakan pada 4 Juli mendatang, kontingen cabang Kota Yogyakarta melakukan persiapan intensif, Selasa, 1 Juli 2025.
Latihan yang fokus pada penyiapan pentas Festival Rakyat tersebut dilaksanakan di Aula Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Yogyakarta, diikuti oleh 37 peserta yang tergabung dalam kontingen cabang.
Salah satu fokus dalam latihan tersebut adalah pementasan sejarah singkat Tugu Pal Putih, ikon histori sekaligus simbol utama dari garis sumbu filosofi Yogyakarta.
Tugu yang dibangun sejak masa Sri Sultan Hamengkubuwono I ini tidak hanya menjadi penanda arah, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis tentang hubungan manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Festival Rakyat sebagai salah satu rangkaian acara dalam PWDIY 2025 menjadi wadah bagi setiap kontingen untuk menampilkan kebudayaan dan kearifan lokal masing-masing daerah.
Kota Yogyakarta, sebagai pusat budaya, memilih untuk mengangkat Tugu Pal Putih sebagai simbol semangat, perjuangan, dan nilai filosofis yang menjadi identitas kota.
“Kami ingin menyampaikan bahwa Tugu Pal Putih bukan sekadar bangunan, tetapi cerminan dari perjalanan sejarah dan filosofi hidup masyarakat Yogyakarta,” ujar salah satu pimpinan kontingen, sembari mendampingi peserta yang sedang berlatih.
Selama latihan, para peserta memperagakan gerak, narasi, dan penggambaran visual tentang sejarah berdirinya Tugu Pal Putih serta maknanya dalam konteks kebudayaan. Meski baru tahap latihan, antusiasme peserta sudah mencerminkan kesiapan mereka tampil maksimal pada puncak acara nanti.
Latihan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kerjasama tim antar anggota kontingen. Dengan semangat gotong royong dan rasa cinta terhadap daerah, para peserta menampilkan dedikasi tinggi dalam menyiapkan penampilan terbaik mereka.
Melalui pementasan ini, diharapkan kontingen Kota Yogyakarta mampu memperkenalkan filosofi khas kota kepada peserta lain dari berbagai kabupaten/kota se-DIY, serta memperkuat identitas kultural dalam semangat kepramukaan yang inklusif dan edukatif.



























