YOGYAKARTA — Dinamika kelompok pada malam pertama Pelatihan Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila di Era Digital untuk membangun kepemimpinan berkarakter bagi generasi muda (Youth Leadership Course), membagi peserta dalam kelompok-kelompok, Kamis, 23 Oktober 2025.
Penuh semangat dan kompak dalam suasana seru, para peserta mengikuti berbagai instruksi dari pelatih Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) sehingga dari 40 peserta, terbagi dalam lima kelompok.
Kelima kelompok tersebut diberi nama yang melambangkan sila-sila dalam pancasila, yaitu Kelompok Bintang, Rantai, Pohon Beringin, Kepala Banteng, serta Padi Kapas.
Sesuai dengan arahan dari kakak-kakak pelatih, kelimanya juga telah mempresentasikan beberapa hal terkait dengan harapan mereka dalam pelatihan ini, apa saja yang diinginkan, serta apa yang tidak diinginkan.
Selain itu, masing-masing kelompok ini juga sudah membuat yel-yel penyemangat, sehingga mampu membangkitkan jiwa kepemimpinan dan kekompakan.
Selama kurang lebih lima hari pelatihan yang akan berakhir pada 29 Oktober 2025 mendatang, masing-masing kelompok akan merencanakan proyek kepemimpinan pancasila dengan tema yang telah ditentukan.
Adapun tema-tema proyek kepemimpinan pancasila tersebut antara lain, Pemberdayaan Sosial, Seni Budaya Berbasis Media Digital, Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan Sosial, Digital Society dan Literasi Digital, Ekologi dan Ketahanan Bencana.
Diketahui bahwa kegiatan ini dirancang sebagai pelatihan pembentukan kader muda penggerak Pancasila yang berintegritas, kreatif, dan berorientasi pada kemaslahatan dan kemajuan masyarakat dan bangsa.
Pelatihan yang didukung oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas ini mengintegrasikan tiga pendekatan atau metode pembelajaran yaitu ceramah dan diskusi, refleksi nilai-nilai Pancasila dan Kepemimpinan Anak Muda serta praktik kerja kelompok merancang manajemen proyek sosial. (cst)



























