YOGYAKARTA — Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) melaksanakan program Scout Visit Malaysia, A Journey of Friendship pada tahun 2025 ini.
Kegiatan ini merupakan program pengganti bagi mereka para pramuka DIY yang telah terseleksi menjadi kontingen yang sebenarnya akan melakukan kunjungan ke Kaledonia Baru.
Scout Visit Malaysia akan dilaksanakan pada tanggal 26 sampai dengan 29 Juni 2025, diikuti oleh 13 peserta dan 4 pendamping.
Ke-13 peserta tersebut berasal dari 5 Kwartir Cabang se-DIY yang pada saat seleksi pada 2023 lalu untuk menjadi kontingen ke Kaledonia Baru usianya masih penggalang, namun saat ini ada yang sudah menjadi penegak.
Tim Pusat Pengembangan Jurnalistik dan Sistem Informasi (PusbangJusinfo) Kwarda DIY menghubungi beberapa peserta Scout Visit Malaysia dan menanyakan terkait dengan apa kesan, harapan, serta persiapan yang dilakukan.
Kak Nourmalita Zahra Kusumaningtyas peserta Scout Visit Malaysia dari Kwarcab Gunungkidul. Ia mengaku senang dan bangga karena seleksi yang dilalui tidaklah mudah, namun seleksi pada program ini menyenangkan serta mengasah keterampilan.
“Khususnya pada bidang kepramukaan, contohnya : tali menali, mendirikan tenda, semaphore, membaca sandi morse, berbahasa Inggris, kebudayaan, berenang, dan lain sebagainya,” kenangnya.
Selain itu, lanjutnya, program ini mengajarkan untuk bersosialisasi, bermusyawarah, dan bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan. Program ini dapat memberikan wadah bagi kita dalam mengembangkan bakat dan minatnya.
Melalui kegiatan ini Kak Nourmalita berharap dapat memotivasi anggota pramuka lainnya untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masa depan dan orang orang di sekitar.
“Percayalah pada kemampuan diri sendiri, teruslah mencoba hal-hal yang baru dan jangan takut pada kegagalan, karena lebih baik gagal dalam mencoba daripada tidak pernah mencoba sama sekali,” pesannya.
Kak Nourmalita sangat banyak melakukan persiapan untuk ikut program ini. Menurutnya yang utama adalah menjaga kesehatan, terus berlatih di bidang kebudayaan, berbahasa asing, berenang dengan teman-teman kontingen, dan lain sebagainya.
“Saat itu tujuan utama di New Caledonia, namun karena adanya sedikit masalah, tujuan keberangkatan di pindah ke Malaysia, dan kami akan berangkat pada tanggal 26 Juni 2025,” ujarnya.
Selain terkait dengan kesehatan, ia juga mempersiapkan barang-barang penting yang diperlukan untuk dibawa dalam agenda Scout Visit Malaysia ini.
Sementara itu, Kak Wikan Kemuning Hersitta. Ia saat ini sudah berusia penegak yang berasal dari Kwartir Cabang Kulon Progo. Wikan dikenal sebagai pribadi yang aktif, sering ikut berbagai kegiatan, dan terbaru, ia dikukuhkan sebagai Pewarta Istimewa.
Kepada tim ia mengaku merasa senang, karena telah mendapatkan banyak sekali pengalaman baru, salah satunya sudah bisa mendampingi teman-teman dari Kaledonia Baru yang berkunjung ke Indonesia dan mendapatkan teman-teman baru yang berbeda negara.
“Dan sampai dapat berkesempatan untuk berpamitan kepada Bapak Bupati Kulon Progo, itu adalah suatu pengalaman yang takkan saya lupakan,” ujarnya.
Kak Wikan bersama dengan salah satu perwakilan dari Kulon Progo pada Senin, 23 Juni 2025 lalu berpamitan ke Bupati dan memohon doa restu terkait keberangkatannya ke Malaysia untuk kunjungan kepramukaan ini.
Melalui kegiatan ini Kak Wikan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai dengan apa yang kita harapkan semua selama ini.
Terkait persiapan, sejauh ini Kak Wikan memang sudah melakukan berbagai persiapan, karena memang lolos seleksi sudah sejak 2023 lalu. Ia sudah mempersiapkan waktu, tenaga, dan pikiran.
“Proses saya dan teman teman sampai di titik ini tidaklah mudah dan berjalan dengan mulus, namun banyak hal yang tidak terduga terjadi, seleksi yang kami lakukan pada tahun 2023 akan membuahkan hasil, semoga proses kami selama ini berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Kemudian juga Kak Galuh Ray Ranaa dari Gunungkidul. Menurutnya, mengikuti program pertukaran Pramuka merupakan pengalaman yang sangat berharga.
“Saya belajar banyak hal baru, mulai dari budaya lokal, keterampilan kepramukaan, hingga membangun persahabatan dengan sesama peserta dari berbagai daerah. Kegiatan ini mengajarkan saya tentang pentingnya toleransi, kerja sama, dan semangat persatuan dalam keberagaman,” ujarnya.
Ia berharap semoga kegiatan seperti ini dapat mempererat tali persaudaraan antar Pramuka, memperkaya wawasan kebangsaan, dan membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Sejauh ini sebelum keberangkatan, Kak Galuh lebih banyak mempersiapkan pengetahuan kepramukaan dan keterampilan bahasa Inggris. Kemudian juga terkait dengan persiapan mental dan memperhatikan arahan dari para pendamping.
Kesan istimewa dirasakan oleh Dhiratara Chatra Mahardika peserta Scout Visit Malaysia asal Kota Yogyakarta. Ia merasa bisa ada sesuatu yang luar biasa bisa bertemu dengan scout negara lain.
“Saya ingin sekali berpengalaman untuk keluar negeri, sekaligus dalam kegiatan ini saya memiliki kesempatan mendapat teman dan mengenali Pengakap Malaysia serta mengenali budaya yang ada di Malaysia,” harapnya.
Ia juga mengaku untuk bisa mencapai titik ini dilalui dengan seleksi yang ia anggap tidak begitu mudah. Seperti misalnya mengolah dan memasak ikan, dilanjutkan dengan seleksi kepramukaan dengan berbagai materi.
Selain itu ada juga seleksi lainnya seperti penguasan pengetahuan budaya tentang Yogyakarta dan tidak ketinggalan pula tes kemampuan bahasa Inggris.
Kak Sinta Della Maharani dari Kwarcab Bantul juga sangat senang dan antusias bisa ikut dalam kegiatan ke Malaysia ini, terutama untuk mengenal budaya, kehidupan sosial, serta tempat wisata di sana.
Ia berharap, kegiatan ini bisa memperluas dan menambah wawasannya dan juga bisa mempererat hubungan antara Kwarda DIY khususnya dan dengan Persatuan Pengakap Malaysia. (nar/aga/cst)



























