GUNUNGKIDUL — Semangat para peserta Jambore Cabang Gunungkidul Tahun 2025 tak luntur meski hujan deras mengguyur Bumi Perkemahan Tegal Arum pada Rabu sore, 13 Agustus 2025. Hujan yang turun saat sesi pioneering berlangsung tidak membuat kegiatan terhenti.
Awalnya, kegiatan pionering, yaitu keterampilan membuat suatu objek menggunakan tali dan tongkat, dijadwalkan berlangsung di area lapangan terbuka.
Akan tetapi, karena kondisi tidak memungkinkan, panitia dengan sigap memindahkan kegiatan ke atas panggung juri. Langkah ini diambil agar para peserta tetap bisa melanjutkan lomba tanpa harus menghentikan kreativitas mereka.
Di bawah naungan panggung, para regu penggalang dari berbagai pangkalan tetap fokus merangkai tongkat menjadi berbagai bentuk.
Tampak mereka bersemangat bekerja sama, saling berkoordinasi, dan menunjukkan kekompakan tim. Mereka berhasil menyelesaikan tantangan dengan baik.
Hasil karya pioneering yang telah selesai kemudian dipajang kembali di tengah lapangan. Meski basah, lapangan tetap menjadi etalase bagi kreasi-kreasi unik dan kokoh buatan tangan para penggalang. Hal ini membuktikan bahwa tantangan alam tidak menyurutkan semangat juang dan kreativitas peserta.
Kegiatan hari kedua Jambore Kwarcab Gunungkidul ini menunjukkan mental tangguh dan daya adaptasi yang tinggi dari para pramuka penggalang. Semangat juang dan kekompakan mereka patut diacungi jempol.



























