YOGYAKARTA — Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan pembinaan anggota Pramuka di Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada hari Sabtu (19/05/2018) lalu dilaksanakan kegiatan Forum Silaturahmi Pusat Penetitian dan Pengembangan Daerah (Puslitbangda), Kwartir Cabang (Kwarcab), dan Pramuka Perguruan Tinggi (Perti) se-DIY.
Bertempat di Gedung Aula Kwarda DIY, Kegiatan ini diikuti oleh 53 peserta yang terdiri dari unsur Puslitbangda, Utusan Kwarcab, Utusan Pramuka Perti, serta unsur Kwarda DIY yang diwakili oleh Sekretaris II, Andalan Daerah, dan Dewan Kerja Daerah (DKD).
Secara umum dalam forum ini telah disepakati bersama bahwa problematika yang dihadapi khususnya dalam Gugusdepan Perti dapat dikategorikan menjadi 3, yakni keanggotaan, organisasi, dan kegiatan.
Dalam pelaksanaan forum, kelompok dibagi menjadi 2 bagian yang terdiri dari Kelompok Focus Group Discussion (FGD) 1 yang dipandu oleh Kak Khoirul Anwar, M.A., MD, Pembina Gudep Perti sekaligus anggota Puslitbang dan Kelompok FGD 2 dipandu oleh Kak Dwi Purnomo, Sekretaris Bidang Organisasi, Manajemen, dan Hukum (OMH) Kwarda DIY.
Dari diskusi yang berlangsung kurang lebih 3,5 jam ini didapatkan beberapa hasil yang berupa identifikasi, rekomendasi, serta tindak lanjut yang secara rinci sebagai berikut:
Identifikasi :
- Belum terpublikasinya web kwarnas ke gudep-gudep secara merata.
- Masih banyaknnya gudep-gudep yang belum mengetahui tatacara menginput data dasar di web kwarnas.
- Harapan gudep perti dapat membantu mendata/input data di tempat binsatnya.
- Dewan Kerja Cabang membantu menginput data-data di tingkat penegak.
- Proses pendataan:
- Masih ada kesalahan-kesalahan di input data sehingga yang ada di web kwarnas menjadi tidak akurat.
- Data dasar di gudep perti seharusnya, diupayakan lebih akurat
Rekomendasi :
- Perlu adanya upaya yang terarah, terencana dan sistematis untuk pengembangan Gudep Perti, baik dari pihak Perti, Kwarcab, maupun Kwarda.
- Perlu diprogramkan FGD lanjutan atau pendampingan yang lebih intensif untuk memetakan permasalahan masing-masing Gudep Perti sehingga dapat ditemukan strategi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut.
- Jika memungkinkan, perlu diselenggarakan Pelatihan Kepemimpinan dan Pengelolaan Racana.
- Secara struktural, koordinasi Gudep Perti bisa melalui Kwartir dan Dewan Kerja. Di samping itu, secara kultural Gudep Perti yang telah ada ini perlu saling berkoordinasi dan bersinergi melalui semacam Forum Komunikasi Racana DIY.
- Gudep Perti yang berada pada tahap perintisan atau kebangkitan kembali dapat saling belajar dengan Gudep Perti yang telah lebih dulu eksis dan lebih mapan. Sementara itu, Gudep Perti yang telah eksis dan mapan perlu terus meningkatkan kreativitas dan inovasinya agar terus diminati, dan program kegiatannya memiliki kontribusi yang nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara.
- Semua pihak perlu bersinergi dalam upaya pengembangan Gudep Perti DIY, baik secara kualitas maupun kuantitas, baik dalam aspek keanggotaan maupun tata kelola organisasi, baik dalam pembinaan anggota internal maupun kontribusi eksternal, baik dalam sosialisasi promosi dan pengembangan citra positif melalui berbagai media, maupun dalam karya nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Tindak Lanjut :
Diharapkan peserta dapat berkoordinasi dengan gudepnya dan kwartir dalam melakukan pendataan ini.
Tentunya semoga dengan adanya kegiatan forum semacam ini akan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan pembinaan anggota Pramuka di Kwarda DIY secara sistem dan berkegiatan. (cst)



























