YOGYAKARTA — Dalam sesi open forum Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Lanjutan (KML) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) Tahun 2025, perwakilan peserta menyampaikan pesan dan kesan selama mengikuti kegiatan, Minggu, 3 Agustus 2025.
Suasana hangat dan reflektif mewarnai sesi tersebut yang menjadi penutup bermakna dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung intensif selama 6 hari yang terbagi dalam dua tahap, 25-27 Juli 2025 dan 1-3 Agustus 2025.
Perwakilan peserta dari pembina golongan penegak, Kak Hanindito, menyampaikan bahwa KML memberikan sudut pandang dan pengalaman baru yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, meski telah berkecimpung dalam gerakan pramuka di gugus depan selama lebih dari 10 tahun.
“Pengetahuan yang saya dapatkan di KML ini sangat berbeda. Saya merasa seperti menemukan kembali semangat dan arah pembinaan yang sesungguhnya. Selama ini saya merasa kurang percaya diri, tapi setelah mengikuti KML, saya lebih yakin,” ungkapnya dengan tegas.
Kak Hanindito juga menyoroti pentingnya pemahaman tentang visi dan misi organisasi serta pola pembinaan pramuka di daerah. Menurutnya, hal-hal tersebut menjadi bekal penting untuk diterapkan saat kembali ke gugus depan masing-masing.
“Harapannya, kami bisa membawa visi dan misi pembinaan pramuka yang lebih segar, relevan, dan menyenangkan bagi peserta didik agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masa kini. Karena sejatinya, pramuka bisa masuk di segala lini kehidupan,” tambahnya.

Sementara itu, Kak Dimyati, mewakili peserta pembina golongan penggalang mengapresiasi para pelatih yang mampu memenuhi kebutuhan para peserta dari latar belakang dan kondisi wilayah yang beragam.
“Kami datang dari daerah dengan pola dan tantangan pembinaan yang berbeda-beda, tapi para pelatih mampu menjawab dan memberi solusi atas persoalan yang kami hadapi di gugus depan. Kami mendapat banyak ilmu yang aplikatif dan sangat kami butuhkan,” ujarnya.
Sesi ini juga mempertegas manfaat KML sebagai sarana pembekalan nyata bagi para pembina pramuka untuk menciptakan perubahan positif di lingkungan masing-masing. Semangat kolaborasi, inovasi, dan pembaruan metode menjadi benang merah dalam berbagai pesan yang disampaikan.



























