JAKARTA — Kak Yuniar Ludfi, Wakil Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Bidang Pengabdian Masyarakat, Lingkungan Hidup, Kehumasan, dan Informatika membuka secara resmi Sosialisasi dan Diseminasi Life Leaders yang diselenggarakan secara virtual pada Sabtu, 8 November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Yuniar Ludfi membacakan sambutan tertulis dari Ketua Kwarnas yang menekankan bahwa Life Leaders merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh World Organization of the Scout Movement (WOSM) dan saat ini sedang diterapkan di Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya kita untuk terus memperkuat kapasitas dan peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, kreatif, dan berdaya saing global,” ujarnya membacakan sambutan.
Program Life Leaders menjadi salah satu inisiatif yang menegaskan kembali peran Pramuka di tengah masyarakat. Program ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan solutif di kalangan Pramuka agar dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan sehari-hari.
“Melalui Life Leaders, para Pramuka diajak untuk menguji kreativitas sambil belajar menemukan solusi inovatif atas permasalahan sosial di lingkungannya,” lanjut Kak Yuniar Ludfi.

Menurut Ketua Kwarnas, selain membentuk kecerdasan intelektual, Kegiatan ini juga menumbuhkan kepekaan sosial dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman yang sangat cepat. Hal ini juga menjadi bagian dari agenda Internasional Gerakan Pramuka dalam mendukung Scout for SDGs.
Sebagaimana diketahui bahwa Scouts for SDGs merupakan inisiatif global dari WOSM yang bertujuan untuk menggerakkan jutaan anggota Pramuka di seluruh dunia agar berperan aktif dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Melalui program ini, Pramuka diajak untuk menjadi agen perubahan dengan mengintegrasikan nilai-nilai kepemimpinan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab lingkungan ke dalam setiap kegiatan kepramukaan.
“Scouts for SDGs mendorong generasi muda untuk berpikir kritis dan bertindak nyata dalam mengatasi berbagai isu global, seperti kemiskinan, ketimpangan, masalah pangan, perubahan iklim, dan pelestarian lingkungan,” imbuhnya.
Dalam penerapannya, Life Leaders menggunakan pendekatan design thinking, sebuah metode yang menekankan pada empati, ideasi, dan inovasi dalam menyelesaikan persoalan. Pendekatan ini membantu para Pramuka memperluas visi, memahami masalah dari berbagai sudut pandang, serta memimpin dengan dampak positif bagi masyarakat.
Selain design thinking Life Leaders juga mendorong Pramuka untuk mengembangkan strategi berpikir kritis dan strategis, agar mampu menjadi pemecah masalah yang unggul.
“Sikap ini sangat penting di era globalisasi, ketika kemampuan analisis dan inovasi menjadi faktor utama dalam memajukan bangsa,” tegas Ketua Kwarnas sebagaimana dibacakan Kak Ludfi.
Sebagai bentuk apresiasi, WOSM dan Gerakan Pramuka memberikan badge atau lencana penghargaan kepada anggota yang menunjukkan prestasi dan keberhasilan dalam mengimplementasikan program Life Leaders. Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan Life Leaders juga menjadi bagian dari rangkaian program penguatan karakter generasi muda yang digagas oleh WOSM dan Gerakan Pramuka, seperti Perkemahan Wirakarya, Scouts for SDGs, Ticket to Life, Messenger of Peace, dan EarthTribe.
“Seluruh program ini memiliki semangat yang sama, membentuk Pramuka yang aktif, peduli, dan berperan langsung dalam pembangunan masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi dan diseminasi, kita ingin memastikan bahwa semangat Life Leaders dapat menjangkau seluruh jajaran Kwartir Daerah di Indonesia. Para andalan dan penggerak Pramuka di setiap daerah diharapkan mampu memahami, mengadaptasi, dan mengimplementasikan konsep ini dengan baik di wilayah masing-masing.
Ditegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan proses penguatan kapasitas organisasi. Sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Gerakan Pramuka Tahun 2024–2028, kegiatan ini sejalan dengan tujuan strategis untuk memperluas partisipasi masyarakat secara inklusif serta memperkuat sumber daya manusia, sarana prasarana, jejaring, dan pendanaan Gerakan Pramuka.
“Inilah wujud nyata komitmen kita untuk memperkuat fondasi organisasi agar semakin kokoh dan berdaya guna,” kata Ketua Kwarnas dalam sambutan tertulisnya.
Selain itu, Life Leaders juga menjadi bagian dari agenda strategis Gerakan Pramuka dalam mengembangkan peta jalan pengembangan SDM Pramuka yang kompeten dan seimbang antara peserta didik dan pembina.
Ketua Kwarnas meyakini, semua dapat memastikan bahwa setiap kader Pramuka memiliki kemampuan dan kualifikasi sesuai standar global.
Pihaknya berharap berharap seluruh peserta sosialisasi dapat memahami maksud dan tujuan utama dari Life Leaders, yaitu menjadi media untuk menguji kreativitas sambil belajar menemukan solusi inovatif terhadap tantangan kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, ini merupakan kesempatan emas bagi kita semua untuk menumbuhkan generasi pemimpin masa depan yang berpikir terbuka dan berorientasi pada aksi nyata. Kepada seluruh jajaran Kwartir Daerah, para andalan, serta peserta sosialisasi, Ketua Kwarnas mengajak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
“Jadikan Life Leaders bukan hanya sebagai program, tetapi sebagai gerakan bersama untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang berorientasi pada solusi, empati, dan kolaborasi,” pungkasnya.
Ketua Kwarnas juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, baik dari WOSM, jajaran Kwartir Nasional, maupun seluruh Kwarda di Indonesia. (cst)



























