KULON PROGO — Kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya volume sampah rumah tangga dan masih kurangnya kepedulian terhadap hal ini.
Dalam rangkaian Pra Perkemahan Wirakarya DIY 2025, sangga kerja mendapatkan pembekalan langsung mengenai Pengelolaan Sampah dan Pembentukan Bank Sampah, bersama Ketua JPSM (Jaringan Pengelola Sampah Mandiri) Kulon Progo, Kak Dwi Mulyono, Sabtu 21 Juni 2025.
Bertempat di Pendopo Kalurahan Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo, Kak Dwi Mulyono Direktur Bank Sampah Dadi Resik yang merupakan tokoh penggerak lingkungan ini menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menyelesaikan masalah sampah, dimulai dari skala terkecil yakni keluarga dan komunitas.
“Sampah tidak akan selesai jika hanya mengandalkan pemerintah. Perlu ada kesadaran kolektif. Bank Sampah adalah salah satu solusi yang bisa menjawab tantangan tersebut,” ujar Kak Dwi.

Bank Sampah sendiri merupakan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang memungkinkan warga untuk “menabung sampah” yang telah dipilah, dan menukarkannya dengan nilai ekonomi.
Dalam paparannya, Kak Dwi juga menjelaskan alur pembentukan bank sampah mulai dari sosialisasi, pelibatan warga, penataan administrasi, hingga pemasaran hasil pilahan.

Tidak hanya mendengar teori, tetapi mereka juga diajak membuat struktur pengelola bank sampah, menentukan produknya, serta harga jual yang diinginkan.
Melalui materi ini, dihadapkan nantinya Perkemahan Wirakarya DIY 2025 tidak hanya menjadi ajang kemah bakti semata, tetapi juga ruang tumbuh bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk mengambil peran nyata dalam pelestarian lingkungan dan turut berperan untuk masyarakat.



























