SLEMAN — Segenap anggota Saka Bhakti Husada melaksanakan kegiatan peduli masyarakat menjadi Relawan di Posko Pengungsian Glagaharjo, Kantor Balai Desa Glagaharjo, Senin (16/11/2020).
Hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari anggota pramuka atas adanya dampak yang terjadi dari status Gunung Merapi yang saat ini Siaga Level 3 berdasarkan keterangan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Sementara itu anggota Pramuka Peduli Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sleman (Kwarcab Sleman) sejak 12 November 2020 lalu juga telah melakukan pendaftaran relawan peduli Gunung Merapi tahun 2020.
Kegiatan dikoordinasikan secara daring mengingat situasi masih dalam kondisi pandemi COVID-19 dan dilanjutkan penugasan piket jaga pada pos dukungan di Grha Pramuka Sleman.
Dari Pantauan BPPTKG, terdengar pula suara guguran dengan intensitas sedang sebanyak dua kali dari Babadan per hari ini, Selasa 17 November 2020.
Terkait dengan laporan terbaru aktivitas Merapi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikut situasi Gunung Merapi terkini melalui sumber terpercaya seperti laman resmi maupun media sosial BPPTKG.
Prakiraan daerah bahaya meliputi kecamatan Cangkringan, Desa Glagaharjo (Dusun Kalitengah Lor); Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem); Desa Umbulharjo (Dusun Palemsari).
Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. Selain itu pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.
Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat. (cst)



























