KOTA YOGYAKARTA — Gugus Depan Pangkalan MAN 1 Yogyakarta melaksanakan Musyawarah Kerja XL Ambalan Alibasyah Ambalan Ratnaningsih tahun 2025 pada Jumat, 31 Oktober 2025.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sampai dengan Minggu, 2 Oktober 2025 tersebut untuk merumuskan dan mengesahkan program kerja Ambalan Alibasyah Ambalan Ratnaningsih Masa Bakti 2025/2026.
Bertempat di Aula lantai 2 MAN 1 Yogyakarta dan Masjid Al-Hakim MAN 1 Yogyakarta, kegiatan dihadiri oleh Calon Tamu Ambalan, Dewan Ambalan, Purna Ambalan, hingga Purna Penegak, mereka turut aktif dalam menyatakan pendapatnya dalam musyawarah tersebut.
Adat Buka Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat mengawali agenda kegiatan. Dilanjutkan dengan pembahasan dan pengesahan tata tertib sidang serta pembentukan Tim Presidium.
Memasuki pembahasan inti, yaitu pembahasan Rancangan Program Kerja Badan Pengurus Harian Ambalan Alibasyah Ambalan Ratnaningsih Masa Bakti 2025/2026.
Dalam musyawarah ini semua peserta berhak untuk menyampaikan aspirasinya sehingga diharapkan terbentuk keputusan yang paling baik dan tepat bagi seluruh pihak yang bersangkutan.
Setelah ditutupnya kegiatan Musyawarah Kerja XL dengan ketukan palu sebanyak tiga kali, kegiatan dilanjutkan dengan Apel Tutup Kegiatan. Sebagai pembina upacara adat tutup adalah Kak Rahmat Nur Syaifudin, S.Pd..
Dalam amanatnya, Kak Rahmat menyampaikan selamat untuk kakak-kakak masa bakti 2025/2026 sudah melaksanakan musyawarah kerja.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada kakak-kakak yang sudah berkesempatan hadir untuk menyampaikan aspirasinya.
“Karena seperti yang kalian tahu, ambalan ini adalah tempat untuk belajar dan berkembang, jadi jangan takut untuk mengikuti seluruh kegiatan di ambalan,” ujarnya.
Kak Rahmat kemudian juga berpesan untuk tidak lupa menyampaikan semua aspirasi, sehingga dapat menjadi evaluasi di kemudian hari dan dapat bersama-sama mengembangkan Pramuka MAN 1 Yogyakarta.
Dengan hasil musyawarah mufakat pada kegiatan Musyawarah Kerja XL ini, diharapkan seluruh program kerja yang telah dirancang dapat dilaksanakan dengan baik. Selain itu, hasil dari Musyawarah Kerja XL dapat menjadi pedoman penerapan program kerja selama satu masa bakti ke depan.



























