YOGYAKARTA — Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) resmi memulai kegiatan JOTA-JOTI 2025 pada Jumat 17 Oktober 2025.
Mengawali aktivitasnya, peserta dari berbagai gugus depan se-DIY diajak untuk menjelajahi laman jotajoti.info, portal utama kegiatan pramuka internasional berbasis daring ini.
Dalam sesi ini, Kak Nadia Agnes Rasheesa, anggota Pusat Pengembangan Jurnalistik dan Sistem Informasi (PusbangJusinfo) Kwarda DIY memandu peserta mengenal berbagai fitur menarik yang tersedia di laman JOTA-JOTI.
Beberapa hal penting yang disampaikan sepertu Activity Hub, Chat Rooms, hingga Challenge Valley yang berisi beragam tantangan edukatif dan interaktif bagi Pramuka di seluruh dunia.
“Di JOTA-JOTI, kalian bisa berkomunikasi langsung dengan Pramuka dari negara lain melalui fitur chat.jotajoti.info. Cukup login menggunakan akun WOSM, lalu pilih ruang obrolan yang sesuai minat kalian. Ada ruang diskusi umum, lingkungan, dan lainnya juga,” jelas Kak Agnes.
Tak hanya itu, peserta juga dikenalkan dengan ScoutPass, dompet digital untuk Pramuka masa kini yang dapat digunakan untuk menyimpan badge digital dan identitas kepramukaan internasional.
Selain itu, Kak Agnes turut memperkenalkan bahwa dalam beberapa tantangan jotajoti.info peserta bisa menggunakannya untuk projec sdgs mereka yang bisa dilaporkan melalui laman sdgs.scout.org. Tempatnya pramuka bisa melaporkan kegiatan layanan mereka sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Melalui pengenalan ini, peserta JOTA-JOTI Kwarda DIY tidak hanya belajar berkomunikasi global, tetapi juga memahami bagaimana teknologi bisa menjadi sarana berkegiatan dan kolaborasi lintas negara. (nar/cst)


























