SLEMAN – Komunitas relawan satwa Pendopo Crew (PC) berkolaborasi erat dengan Satuan Karya Pramuka (Saka) Bhayangkara Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Yogyakarta sukses melaksanakan program edukasi ular di SD Caturtunggal 7 Sleman pada Sabtu, 27 September 2025.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–09.30 WIB ini memiliki tujuan ganda: meningkatkan pengetahuan siswa tentang satwa liar dan memperkuat kesadaran akan keselamatan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sejalan dengan misi Saka Bhayangkara yang berpangkalan di Polresta Yogyakarta.
Sembilan anggota tim gabungan terlibat dalam aksi ini. Anggota Pendopo Crew yang bertugas memberikan materi inti adalah Kak Dicko, Kak Rizky, Kak Apriyani, Kak Ali, Kak Farra, dan Kak Gabriella.
Sementara itu, aspek kedisiplinan dan penanganan lapangan diperkuat oleh perwakilan dari Saka Bhayangkara Kwarcab Kota Yogyakarta, yaitu Kak Lutfi, Kak Gian, dan Kak Brahma.
Kegiatan berjalan aman terkendali dan kondusif dengan seluruh alat keselamatan (Grab Stik, Hook, dan P3K) dipastikan siap. Satu kendala yang dilaporkan adalah matinya satu ekor ular jenis Sowo Kopi.

Dalam sesi edukasi, Pendopo Crew membawa total 20 ekor ular untuk diperkenalkan, dengan 18 ekor di antaranya dalam keadaan hidup. Ular-ular tersebut diklasifikasikan menjadi dua kategori utama untuk memudahkan pemahaman siswa:
Kategori pertama yaitu Ular Tidak Berbisa Tinggi. Mayoritas ular yang dibawa termasuk dalam kategori ini, yang umumnya memiliki racun rendah atau sama sekali tidak berbahaya bagi manusia.
Jenis-jenis yang diperkenalkan meliputi Cincin Emas, Cincin Perak, Gonyosoma, Jali, Korros, Pelangi, Lanang Sapi, Boiga Cynodon, Pucuk, Green Burmesh, King Korros, Tiger, Molu, dan Hypo.
Selain itu, dua ekor ular Cicak juga turut dibawa. Ular-ular ini berfungsi sebagai sarana belajar bahwa tidak semua ular perlu ditakuti secara berlebihan, meskipun tetap harus dihindari.
Kategori kedua yaitu Ular Berbisa Tinggi. Untuk tujuan edukasi dan peningkatan kewaspadaan, tim memperkenalkan tiga jenis ular yang memiliki bisa signifikan dan berpotensi berbahaya.
Ular-ular tersebut adalah Welang, Albolabris, dan Picung. Pengenalan ini menekankan pentingnya identifikasi ciri-ciri ular berbahaya dan tindakan yang harus diambil jika bertemu, serta menghindari kontak langsung.
Melalui sinergi edukasi ini, Pendopo Crew dan Saka Bhayangkara berharap para siswa dapat bertumbuh menjadi generasi yang tidak hanya peduli terhadap kelestarian alam, tetapi juga cakap dalam menjaga keselamatan diri dengan selalu amati lingkungan, hindari bahaya, dan lestarikan alam.



























