YOGYAKARTA — Perkemahan Wirakarya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2025 akan digelar pada tanggal 4 sampai dengan 7 Juli 2025 di Kampung Pramuka Sokorojo, Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang fokus pada Community Develoment ini mengusung tema Penegak dan Pandega DIY Bersama Berkarya, Berdampak Nyata, Membangun Yogyakarta dengan slogan Gumregah, akronim dari Guyub, Makarya, Greget, Sumringah.
Salah satu identitas kegiatan yang unik serta ikon khusus Perkemahan Wirakarya DIY 2025 ini diwujudkan oleh penyelenggara dalam bentuk Logo dan Maskot.
Logo Perkemahan Wirakarya DIY 2025
Menggambarkan perpaduan nilai-nilai kepramukaan, semangat kepahlawanan, dan Kelestarian Alam di D.I Yogyakarta. Api yang menyala mengelilingi lambang melambangkan semangat pengabdian yang menyala-nyala dan keteguhan hati dalam menghadapi tantangan.
Tugu dengan patung berkuda di atasnya merepresentasikan Simbol Pembangunan berkelanjutan, sekaligus menggambarkan jiwa kepemimpinan, keberanian, dan keteladanan. Ornamen daun berwarna hijau di sisi kiri dan kanan melambangkan kepedulian terhadap lingkungan serta semangat gotong royong yang menjadi roh kegiatan wirakarya.
Warna-warna yang digunakan mencerminkan dinamika, energi positif, dan harapan akan perubahan. Secara keseluruhan, logo ini mencerminkan tekad Pramuka di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk terus mengabdi, melestarikan nilai budaya, dan menjadi pelopor dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Makna Logo Perkemahan Wirakarya DIY 2025
Tugu : Merupakan simbol pembangunan, semangat perjuangan, keistimewaan, dan pusat kegiatan Pramuka di DIY. Bentuknya yang tegak dan kokoh melambangkan keteguhan tekad, integritas, dan arah pengabdian yang jelas, menggambarkan semangat kepahlawanan dan perjuangan rakyat Yogyakarta serta ketangguhan dalam mengabdi. Penunggang kuda pada tugu ini melambangkan kesiapsiagaan, keberanian, dan kepemimpinan dalam gerakan Pramuka.
Daun & Tumbuhan : Daun pada tugu melambangkan kelestarian kehidupan, pertumbuhan, alam, dan semangat penghijauan, menunjukkan bahwa kegiatan Wirakarya bersifat ramah lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Api Menyala : Api pada tugu melambangkan semangat membara, semangat juang, dan semangat berkarya. Warna merah dan kuningnya merepresentasikan keberanian, energi muda, semangat pantang menyerah, serta cahaya inspiratif yang memandu pengabdian Pramuka.
Maskot Perkemahan Wirakarya DIY 2025

Maskot Perkemahan Wirakarya DIY 2025 adalah Mas Wira, seekor semut berseragam Pramuka, yang melambangkan semangat kerja keras, kebersamaan, dan pengabdian.
Semut yang disiplin, ulet, dan suka bekerja sama ini selaras dengan gotong royong Pramuka. Senyum dan Lambaian Kak Wira mencerminkan keramahan Yogyakarta serta semangat menyambut perubahan.
Seragam Pramuka menunjukkan identitas, dan ekspresi semangatnya melambangkan tekad pemuda untuk berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang berbudaya, berdaya, dan berkelanjutan.
Graphic Standard Manual
Setiap aspek desain dan identitas visual kegiatan ini memiliki kesatuan yang kuat dan dapat dengan mudah dikenali, sehingga diterbitkan pula Graphic Standard Manual (GSM) yang dapat memberikan pedoman terkait penggunaan elemen-elemen desain.
Melalui GSM ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan Perkemahan Wirakarya DIY 2025, baik dari panitia, peserta, maupun mitra, dapat memastikan bahwa setiap elemen desain yang digunakan tetap selaras dengan citra dan tujuan acara.
Dokumen GSM Perkemahan Wirakarya DIY 2025 dapat diunduh di sini.
Diketahui bahwa sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan yang telah diedarkan, konsep umum Perkemahan Wirakarya DIY 2025 terdiri dari 5 Jenis Kegiatan yaitu, Giat Umum, Giat Khusus, Giat Community Development, Giat Community Service, dan Giat Rekreasi.
Selain Pramuka Penegak dan Pandega yang merupakan kontingen dari Kwartir Cabang se-DIY, kegiatan ini juga akan melibatkan masyarakat Kalurahan Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo. (cst)



























