SLEMAN — Saka Kalpataru Sleman mengadakan latihan krida Konservasi Perubahan Iklim di IPALD Skala Pemukiman Berbah. Yang diikuti oleh calon anggota dan anggota Saka Kalpataru, Sabtu,10 Mei 2025. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan Perubahan Iklim.
Agenda di mulai dengan sambutan hangat dari kak Totok Triyadi, S.Si. yang menyampaikan pentingnya m ngambil ilmu yang di dapat dan terapkan di lingkungan sekitar untuk di kembangkan di sekitar tempat tinggal masing-masing.
Dalam kesempatan itu kak Totok mengajak semua peserta untuk aktif berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan khususnya limbah.
Selanjutnya kak Muhammad azhizul mengajak untuk berkeliling mempelajari bagaimana mengolah limbah khususnya limbah yang cair seperti sisa buangan toilet,air cuci, dan sisa produksi industri.

Para peserta belajar bahwa IPAL sangat penting untuk melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat dari dampak pencemaran air limbah. Tanpa IPAL, limbah yang tidak diolah akan mencemari sumber air, menyebabkan masalah kesehatan, dan merusak ekosistem.
IPAL memiliki berbagai tahap pengolahan limbah untuk mengurangi kandungan polutan dalam limbah cair sebelum dibuang ke lingkungan. Proses ini meliputi penyaringan, sedimentasi, pengolahan biologis, dan pengolahan lanjutan seperti disinfeksi.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian peserta terhadap lingkungan, serta mendorong mereka untuk berkontribusi dalam upaya konservasi di daerah mereka.

Dengan adanya latihan ini, Dewan Saka Saka Kalpataru Sleman berharap dapat melahirkan generasi yang lebih peduli dan aktif dalam menjaga keanekaragaman hayati.
Turut hadir pula Kak Retnowati Dian Adiningsih, S.P. Kak Totok Triyadi, S.Si. Selaku Pamong Saka Kalpataru Sleman, Kak Muhammad Yidin dan Kak Tohari selaku perwakilan Dinas Lingkungan Hidup.



























