YOGYAKARTA — Bertempat di Ruang Rapat Pimpinan, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menerima audiensi dari Komunitas Yuk Menulis (KYM) pada Kamis, 6 Maret 2025.
Founder KYM, Kak Vitria dalam kesempatan audiensi tersebut menyampaikan bahwa pihaknya ingin mewujudkan keinginannya selama 14 tahun mengajar, bagaimana siswa atau pembina bisa bangga menjadi Pramuka seperti apa.
Usai mendapat kesempatan secara khusus bertemu Ketua Kwarda DIY sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah pada pembukaan Rapat Kerja Daerah Gerakan Pramuka DIY tahun 2025 pada 1 Februari lalu, Kak Vitria mengaku senang, terlebih lagi adanya dukungan setiap ada aktivitas penerbitan buku.
Kak Vitria yang dibersamai oleh Kak Sutanto, penanggungjawab KYM di Yogyakarta menyampaikan maksud terkait dengan melaksanakan workshop menulis dan menghasilkan produk buku misalnya puisi atau cerita dari setiap anggota pramuka di gugusdepan se-DIY.
Ide tersebut juga diamini oleh Kak Lukas Sumanasa yang turut hadir dalam audiensi, sehingga nanti di akhir masa bakti bisa menyerahkan buku kepada Ketua Kwarda sebagai sebuah kenang-kenangan sekaligus persembahan spesial dari pramuka se-DIY.
Senada dengan hal tersebut, Kak Sutanto menyampaikan bahwa pihaknya memang fokus untuk membidik beberapa tokoh di Gerakan Pramuka karena sejatinya dia juga aktif di Kwarcab Bantul sebagai Andalan. Ia berharap adik-adik anggota pramuka bisa mempunyai karya dan kado khusus untuk Ketua Kwarda.
Kak Sri Budoyo, Sekretaris I Kwarda DIY dibersamai Kak Wisnu Sanjaya, Sekretaris II Kwarda DIY Kak Andri, Andalan Daerah Urusan Humas dan Informasi, serta Kak Novida, Staf Kwarda menerima audiensi dari KYM dan menyambut baik niat untuk melakukan kolaborasi pelaksanaan workshop menulis untuk anggota pramuka.
Dalam kesempatan tersebut Kak Sri Budoyo menyampaikan bahwa memang ada keinginan untuk memupuk kebiasaan menulis di kegiatan kepramukaan yang bisa dituangkan dalam bentuk buku.
“Dan kita ingin menularkan kebiasaan menulis tersebut. Ini kesempatan kita bersama untuk menuangkan ide agar bisa menjadi buku nantinya,” ujar Kak Sri Budoyo.
Sebagai tindak lanjut, salah satu usulan Kak Sri Budoyo adalah bisa melakukan sosialisasi ke kwarcab-kwarcab bisa secara online agar menjangkau keseluruhan. Karena menurutnya, ini juga merupakan salah satu program dari kwarda.
“Saya rasa ini kita bisa kolaborasi dalam waktu dekat dan mohon dukungan yang hadir termasuk di sekretariat,” sambung Kak Sri Budoyo.
Kak Wisnu juga sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Kak Sri Budoyo, dan pihaknya lebih ke teknis terkait dengan seperti apa model sosialisasinya dan bisa efektif.
Sementara itu Kak Andri dalam diskusi yang berlangsung merespon positif atas usulan yang dibahas. Pihaknya memastikan untuk teknis pelaksanaan workshop akan menggunakan metode apa, teknis pembahasan dan lain-lainnya, serta tindak lanjutnya seerti apa.
Pun dari Kak Novida juga menyampaikan bahwa harapannya hal semacam ini bisa dikembangkan dan harapannya bisa mewarnai kegiatan yang dilaksanakan oleh Kwarda DIY, sehingga perlu memperjelas kolaborasi yang dimaksudkan ke tataran teknis pelaksanaan.
Diskusi awal ini menjadi sebuah rencana yang baik bagi kedua belah pihak untuk saling sinergi dan bisa mewujudkan hasil yang bisa dilihat ke depannya.



























