KULON PROGO — Pramuka Gugusdepan Pangkalan SMP Negeri 2 Kalibawang Kulon Progo memanfaatkan lahan kosong sekolah dengan budidaya tanaman organik.
Jumat, 31 Januari 2025, puluhan pramuka penggalang nampak penuh semangat menanam tanaman organik di kahan kosong yang berada di pojok sekolah, bersebelahan dengan laboratorium komputer.
Selain untuk mengenalkan aktivitas pertanian kepada para penggalang, kegiatan ini juga sebagai salah satu penerapan praktik dari materi Syarat-syarat Kecakapan Umum dan Syarat-syarat Kecakapan Khusus.
Ketua Gugusdepan Kak Henri Saputro, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, program budidaya ini sejalan dengan kondisi alam dan infrastruktur sekolah dengan lahan paling luas di Kulon Progo yakni sekitar 2 hektar. Selama ini, untuk kegiatan kepramukaan, lahan seluas itu hanya sebatas dimanfaatkan untuk kegiatan perkemahaan saja.
“Mulai tahun ini kita juga manfaatkan untuk program budidaya tanaman organik. Jadi kita berikan pengalaman langsung pada adik-adik Pramuka Penggalang untuk membangun laboratorium terbuka di sekolah,” jelas Kak Henri.
Lebih lanjut Kak Henri menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah dimulai tahun lalu dan terus berlangsung hingga saat ini. Pengolahan lahan ini memberikan pengalaman empiris bagi anggota pramuka untuk lebih mengenal tanaman, ekosistem, struktur lahan, hingga konsep sains secara praktis. Termasuk juga tentang ketahanan pangan.
Kak Henri berharap proyek pertanian Pramuka sekolah ini bisa diintegrasikan dengan kurikulum sekolah, sehingga memperkuat predikat sekolah lingkungan yang selama ini dijadikan visi sekolah.
“Dengan program budidayakan tanaman organik seperti ini, sekolah dapat memasukkan aspek pertanian ke dalam kurikulum, sehingga memperkuat pemahaman adik-adik pramuka dalam mengerti dan memahami siklus pertanian sampai dengan pemanfaatan hasil pertanian,” terangnya.
Disebutkan pula oleh Kak Henri bahwa tujuan dari program ini adalah sebagai pembekalan keterampilan pertanian yang lebih lengkap lagi, dari penanaman pohon, reproduksi tanaman, pemasangan instalasi daur ulang hingga program penghijauan.
“Rencananya kita akan bekerja sama dengan pihak terkait, salah satunya Balai Penyuluh Pertanian Kalibawang yang kebetulan lokasi kantornya bersebelahan dengan sekolah ini,” sambung Kak Henri.
Delina Ragil Nugraheni, Ketua Dewan Penggalang SMP Negeri 2 Kalibawang menuturkan, bahwa program ini cukup bermanfaat bagi seluruh anggota pramuka.
“Awalnya kami cukup kesulitan mengoordinir, karena banyak yang tidak familiar dengan teknik pertanian. Namun dengan bantuan dan bimbingan Kakak Pembina, semua bisa berjalan lancar sampai hari ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kalibawang selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan Kak Sulis Setyawati, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh Pramuka ini. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat membekali anak-anak ilmu pertanian yang sesuai kaidahnya.



























