YOGYAKARTA — Salah satu kegiatan di Jamboree On The Internet (JOTI) Special Edition kali ini ada diskusi khusus yang menghadirkan aktivis-aktivis pramuka yang dikemas oleh tim Scoutlink Indonesia dengan channel #indonesian-tokoh.
Channel khusus ini digunakan sebagai salah satu agenda di JOTI Special Edition tentu khususnya untuk user-user dari Indonesia yang ingin mendapatkan informasi dan pengalaman baru dari para aktivis pramuka.
Di hari kedua JOTI Special Edition, yang dihadirkan sebagai narasumber adalah Kak Aji Rachmat, Andalan Daerah Urusan Pembinaan Anggota Muda Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga merupakan pendiri Yayasan Sioux Ular Indonesia.
Dimoderatori oleh tim Scoutlink, Kak Novian Putra, Kak Aji mulai memperkenalkan diri. Berbagai hal di bidang kepramukaan telah dilakukan Kak Aji mulai dari menjadi Dewan Kerja Cabang Kota Jogja, Dewan Kerja Daerah DIY, juga Dewan Kerja Nasional.
“Yang paling terasa adalah memperkuat jaringan nasional, karena pernah jadi DKN jadi kalo keliling indonesia bisa ketemu sodara se Indonesia,” ujar Kak Aji.
Lebih lanjut Kak Aji juga bersyukur, bahwa dengan aktif di pramuka dan Yayasan Sioux ini, ia bisa berkeliling Indonesia. Tentu dengan salah satu tujuannya adalah memberikan edukasi ular ke masyarakat, kelompok petani, pecinta alam, gudep pramuka, dan perusahaan.
Diskusi di channel ini cukup hidup. Antusias peserta JOTI yang masuk dalam channel khusus ini sangat tinggi dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan. Ada yang terkait penanganan ular, organisasi, serta hal lainnya.
Di akhir sesi, Kak Aji juga menyampaikan bahwa keaktifan di pramuka itu merupakan jalur yang sudah tepat dijalankan. Menurut Kak Aji, di masa-masa berat dengan adanya pandemi COVID-19 kali ini, pramuka terlihat sebagai pribadi sehat, terampil, tangguh, dan kreatif.
“Menjadi pramuka itu kita dipaksa menjadi baik, dilatih bertahan hidup, dilatih tidak putus asa, pantang menyerah dan yang penting adalah memiliki jejaring yang sangat luas,” imbuhnya.
Kak Aji menutup diskusi dengan berpesan kepada para peserta untuk terus berlatih sampai akhir hayat, terus berbuat baik, dan selalu bersiap akan kejadian yang terbaik dan terburuk. (cst)



























