YOGYAKARTA (28/3) – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 untuk menentukan arah kebijakan organisasi, sekaligus memastikan kesinambungan program kerja dalam kerangka Rencana Strategis (Renstra) 2025–2030.

Rakerda tahun ini memiliki arti penting karena menjadi titik awal implementasi Renstra Kwarda DIY periode 2025–2030. Melalui forum ini, seluruh jajaran melakukan evaluasi terhadap capaian program tahun 2025, sekaligus merumuskan langkah konkret untuk pelaksanaan program tahun 2026 dan rencana kerja tahun 2027.
Ketua Kwarda DIY, Kak GKR Hayu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakerda merupakan forum rutin tahunan dan momentum untuk melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola kelembagaan sebagai fondasi utama dalam menghadapi dinamika zaman.
“Rakerda Tahun 2026 ini merupakan langkah awal yang sangat krusial karena menjadi tahun pertama implementasi Rencana Strategis Kwarda DIY 2025–2030,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk memastikan bahwa setiap program kerja selaras dengan kebijakan nasional, arah pembangunan daerah, serta potensi lokal DIY, sekaligus mendorong kemandirian organisasi melalui pengelolaan aset dan unit usaha secara profesional dan inovatif.
Selain itu, Kak GKR Hayu menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tetap relevan dalam membentuk karakter generasi muda. Oleh karena itu, penguatan sistem organisasi yang modern, berbasis data, serta didukung inovasi menjadi metode utama dalam mencapai tujuan tersebut.
Sejalan dengan tema “Pramuka Unggul, Mandiri, dan Inovatif melalui Tata Kelola Lembaga dan Aset”, arah kebijakan tahun 2026 difokuskan pada pencapaian beberapa outcome utama, yaitu terwujudnya tata kelola organisasi yang profesional, meningkatnya kualitas pembinaan anggota, terbangunnya sistem digital organisasi, serta optimalisasi pengelolaan aset yang produktif dan berkelanjutan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, program kerja tahun 2026 disusun secara komprehensif lintas bidang. Pada bidang organisasi dan perencanaan, fokus diarahkan pada penguatan kelembagaan melalui akreditasi gugus depan, pengembangan database keanggotaan, serta peningkatan kapasitas pengelola kwartir. Langkah ini menjadi dasar dalam membangun sistem organisasi yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Di bidang pembinaan anggota muda, program diarahkan pada peningkatan kualitas dan pengalaman kepramukaan melalui kegiatan strategis seperti Lomba Tingkat IV, partisipasi dalam Jambore Nasional, serta penguatan program Kelas Ekstra Pembinaan Pramuka Jogja. Selain itu, dilakukan pula kajian potensi Pramuka Penegak dan Pandega sebagai bagian dari upaya pengembangan kepemimpinan generasi muda.
Sementara itu, pada pembinaan anggota dewasa, perhatian difokuskan pada peningkatan kapasitas pelatih dan pembina melalui kegiatan Karang Pamitran dan Pitaran Pelatih, serta penguatan sistem data anggota berbasis digital. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan secara berkelanjutan.
Dalam aspek pengabdian kepada masyarakat dan lingkungan hidup, Gerakan Pramuka DIY terus menunjukkan peran aktif melalui kegiatan Karya Bakti Lebaran 1447 H/2026, Karya Bakti Natal dan Tahun Baru, serta berbagai pelatihan terkait gugus depan ramah lingkungan dan kesiapsiagaan bencana. Program ini menunjukkan posisi Pramuka sebagai garda terdepan dalam pelayanan masyarakat.

Di sisi lain, penguatan kemandirian organisasi menjadi fokus penting melalui pengembangan usaha dan pengelolaan aset. Program penataan Bumi Perkemahan Babarsari dan Kaliurang diarahkan tidak hanya sebagai pusat kegiatan kepramukaan, tetapi juga sebagai kawasan edukasi, wisata, dan pemberdayaan ekonomi. Pengembangan fasilitas seperti ruang terbuka hijau, sarana edukasi, hingga glamping menjadi bagian dari strategi optimalisasi aset.
Adapun untuk tahun 2027, arah kebijakan difokuskan pada peningkatan partisipasi generasi muda serta penguatan posisi Pramuka DIY sebagai role model di tingkat nasional. Selain itu, transformasi digital dan budaya inovasi organisasi menjadi prioritas lanjutan dalam memastikan keberlanjutan program.
Program kerja tahun 2027 dirancang sebagai penguatan dari program tahun sebelumnya. Pada bidang organisasi, dilakukan monitoring dan evaluasi akreditasi gugus depan serta penguatan sistem database keanggotaan. Di bidang pembinaan anggota muda, program diarahkan pada peningkatan kapasitas kepemimpinan melalui Latihan Pengembangan Kepemimpinan serta partisipasi dalam kegiatan nasional seperti Lomba Tingkat V .
Selain itu, penguatan kapasitas anggota dewasa dilakukan melalui pelatihan lanjutan seperti Training of Trainer (ToT) Bela Negara. Sementara dalam bidang pengabdian masyarakat, program difokuskan pada peningkatan kesiapsiagaan bencana dan kepedulian lingkungan melalui berbagai pelatihan dan kegiatan sosial.
Pengembangan usaha dan kemandirian organisasi juga terus dilanjutkan melalui penyusunan kebijakan pengelolaan aset, penguatan kerja sama strategis, serta pengembangan unit usaha yang berkelanjutan. Festival Pramuka Jogja tetap menjadi salah satu program unggulan dalam mendukung promosi dan pemberdayaan ekonomi organisasi.
Sinergi antar seluruh jajaran menjadi cara dalam mewujudkan organisasi yang tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(LA)


























