YOGYAKARTA — Bertempat di Loman Park Hotel, Sekretaris Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) Kak Sri Budoyo menghadiri Evaluasi Program Bangga Kencana Tingkat DIY tahun 2025, Selasa, 16 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi capaian kinerja Program Bangga Kencana di DIY sekaligus memperkuat sinergitas mitra dalam menyukseskan lima program Quick Win, yakni GENTING, TAMASYA, GATI, SIDAYA, serta penguatan layanan keluarga berbasis teknologi.
Melalui forum evaluasi dan diskusi lintas sektor ini, diharapkan terrumuskan langkah strategis dan arah kebijakan yang selaras dengan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025–2029, guna mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas, sehat, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045.
Secara resmi, kegiatan dibuka oleh Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X. Sebelumnya, laporan penyelenggaraan disampaikan oleh Sekban Perwakilan BKKBN DIY. Kegiatan juga dirangkai dengan pengukuhan Pengurus DPD dan DPC Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IpeKB).
Evaluasi Program Bangga Kencana di DIY dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BKKPN DIY Kak Mohamad Iqbal Apriansyah yang menghadirkan narasumber lainnya seperti Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY Kak Danang Setiadi; serta Walikota Yogyakarta Kak Hasto Wardoyo.

Kak Danang menyampaikan paparan Hasil Penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) di DIY, kemudian Kak Hasto memaparkan Best Practice Program GENTING dan Kota Yogyakarta.
Diketahui bahwa Bangga Kencana merupakan akronim dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana, sebuah program pemerintah Indonesia yang dijalankan oleh BKKBN dengan fokus menjadikan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
Tujuannya adalah untuk mewujudkan keluarga berkualitas, sehat, mandiri, dan sejahtera, melalui perencanaan keluarga, pengendalian penduduk, dan peningkatan kualitas hidup penduduk dari segala usia.
BKKBN melalui Saka Kencana mewadahi kegiatan atau program Bangga Kencana ini dengan sasaran peserta didik golongan Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega.
Pembekalannya berupa nilai-nilai keluarga dan generasi berencana untuk membantu percepatan proses kesadaran kemampuan untuk berperilaku hidup berwawasan kependudukan.

Menurut Kak Sri Budoyo, evaluasi ini juga bisa menjadi hal yang menarik, sejauh mana Gerakan Pramuka terlibat mendukung program tersebut dalam pendidikan bagi peserta didik, khususnya melalui Saka Kencana.
Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi bahan penilaian yang objektif terhadap kinerja Perwakilan BKKBN DIY dan seluruh pelaksana program Bangga Kencana di daerah.
Selain itu evaluasi ini bertujuan untuk menilai sejauh mana indikator Program Bangga Kencana telah dimasukkan dan selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Secara lebih luas, evaluasi dilakukan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program, khususnya terkait isu-isu strategis seperti penurunan stunting, penguatan ketahanan keluarga, serta pengendalian kuantitas dan peningkatan kualitas penduduk menuju visi Indonesia Emas 2045.
Hasil evaluasi akan menjadi masukan untuk upaya peningkatan kinerja Perwakilan BKKBN DIY di masa mendatang, sehingga program dapat berjalan lebih efektif dan efisien. (cst)



























