BANTUL — Salah satu agenda dari Ekspedisi Destana Tangguh (EDT) 2019 regional Jawa wilayah Yogyakarta adalah penanaman ratusan mangrove di Pantai Baros, Bantul, Sabtu (27/07/2019).
Sebelum penanaman, dilakukan apel yang diisi dengan pengarahan dari Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) terkait tata cara penanaman mangrove dan dilanjutkan dengan serah terima secara simbolis dari tim EDT 22019 kepada komunitas pemuda di wilayah konservasi mangrove tersebut.
Selain penanaman mangrove yang merupakan tanaman vegetasi pelindung pantai sebagai salah satu pengurangan risiko bencana, dilaksanakan pula bersih pantai.

Agenda penanaman mangrove ini merupakan kegiatan di hari keempat dari EDT 2019 di wilayah Yogyakarta. Adapun tujuan dari ekspedisi yang dimulai dari Banyuwangi, Jawa Timur dan bergerak ke arah barat melalui jalur darat hingga ke Kabupaten Serang, Banten ini adalah dalam rangka menyosialisasikan bahaya tsunami kepada penduduk desa di pesisir selatan Pulau Jawa, sekaligus mendata kesiapsiagaan desa atas bencana tsunami yang bisa melanda sewaktu-waktu.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas 80 peserta dari Badan Nasional Penanggulagan Bencana (BNPB) pusat, 75 dari Provinsi, dan 45 dari kabupaten termasuk perwakilan dari pramuka. Secara berkelanjutan kegiatan ini melalui Desa Songbanyu, Gunungkidul (24-25 Juli 2019), 26 Juli di Desa Kemadang-Gunungkidul, 27 Juli di Desa Poncosari-Bantul, dan 28 Juli 2019 di Desa Bugel-Kulon Progo.(ttk/cst)


























