YOGYAKARTA — Ambalan Alibasyah – Ratnaningsih Pangkalan MAN 1 Yogyakarta menyelenggarakan Sarasehan Adat XXXIX dalam tiga kali waktu pelaksanaan, yaitu pada Minggu, 14 September 2025; Selasa, 16 September 2025; dan Rabu, 17 September 2025.
Kegiatan dilaksanakan di Masjid Al-Hakim dan Gedung SBSN MAN 1 Yogyakarta dan dihadiri oleh Pembantu Pembina, Demisioner, Dewan Ambalan, dan Calon Biro.
Sarasehan Adat bertujuan untuk meninjau dan mengkaji ulang Komisi A Ambalan Alibasyah Ambalan Ratnaningsih sebagai dasar pelaksanaan Tata Adat di ambalan selama 1 tahun ke depan.
Diawali dengan Upacara Adat Buka yang berlangsung di Lapangan Basket dengan Kak Siti Baroroh, S.Si. selaku Pembina Upacara. Ia menyampaikan bahwa Sarasehan Adat merupakan agenda penting yang berhubungan dengan Tata Adat di Pramuka MAN 1 Yogyakarta.
“Segala perubahan maupun pembahasan mengenai Tata Adat dilakukan melalui agenda ini. Bagi adik-adik kelas 10 yang baru mengenal Pramuka Penegak, sarasehan adat ini juga menjadi kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang ambalan di MAN 1 Yogyakarta, termasuk tata adat yang ada di dalamnya,” tegasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan agenda inti, yakni pembahasan Tata Adat oleh Kak Muhammad Arfan Dhiyaulhaq dan Kak Aisyah selaku Pemangku Adat.
Dalam pelaksanaannya, Peserta Sarasehan Adat terlihat aktif menanggapi, berpendapat, dan bertanya. Kegiatan ditutup dengan Upacara Adat Tutup Kegiatan dengan Pembina Upacara adalah Kak Rahmat Nur Syaifudin, S.Pd.
Melalui amanatnya, ia menyampaikan, bahwa semua sudah menyepakati Komisi A dengan semua pembahasan yang ada. Kesepakatan ini menjadi tanda bahwa kakak-kakak penerus dapat mengikuti sebuah pedoman.
“Sarasehan menjadi acuan dalam menjalankan adat di ambalan, tentu disesuaikan dengan situasi yang ada di ambalan dan tercatat dalam keanggotaan. Aturan-aturan yang sudah disepakati hendaknya dipatuhi,” terangnya.



























